Alternatif Transportasi Saat Penerbangan ke Jakarta Dibatalkan
Banyak penerbangan dari dan ke Jakarta dibatalkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, memaksa penumpang mencari jalur darat dan laut sebagai solusi perjalanan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kegiatan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat dihentikan sementara menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan ini diambil untuk menjamin keselamatan penumpang dan operasional pesawat, dengan penghentian berlaku hingga pukul 18.00 WIB. Akibatnya, ratusan penerbangan ke berbagai kota tujuan, termasuk Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya, dibatalkan secara mendadak.
Sebagai respons, otoritas bandara menyediakan layanan bus gratis bagi penumpang yang terdampak. Rute yang dilayani meliputi Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta, Bandara Adi Sumarmo di Solo, Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, serta Bandara Juanda di Surabaya. Pemakaian bus ini dilakukan dalam dua sesi, yakni pukul 14.00 WIB dan 18.00 WIB, dengan masa registrasi sebelum keberangkatan. Selain layanan resmi, penumpang juga dapat memilih bus antarkota (AKAP) yang tersedia di sekitar area bandara.
Kereta api menjadi alternatif lain yang diperkuat dengan penambahan rangkaian, termasuk KA Anggrek, Tegal Bahari, Gumarang, dan Gunung Jati, yang melayani rute dari Jakarta ke Surabaya, Semarang, Cirebon, dan sekitarnya. Penambahan ini bertujuan menampung lonjakan penumpang akibat pembatalan penerbangan. KAI menegaskan ketersediaan tiket masih terbuka untuk kelas ekonomi dan eksekutif, dengan jadwal yang telah diatur secara khusus.
Bagi yang memilih moda transportasi darat lainnya, travel menjadi pilihan fleksibel. Dengan sistem antar-jemput dari lokasi penjemputan yang telah ditentukan, penumpang dapat menyesuaikan waktu dan lokasi keberangkatan sesuai kebutuhan. Sementara itu, transportasi laut tetap menjadi opsi terbatas, terutama untuk rute antar pulau. Namun, bagi penumpang yang berangkat atau tiba dari Sumatera, pilihan kapal belum layak diandalkan karena aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


