Anak Krakatau Tetap Dilindungi, Wisatawan Dilarang Mendekat
Meski aktivitas vulkanik tengah landai, Gunung Anak Krakatau tetap dilarang dimasuki wisatawan karena statusnya sebagai cagar alam dan kawasan konservasi yang dilindungi undang-undang.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 07.48 WITA·👁 8 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gunung Anak Krakatau, yang terletak di tengah Selat Sunda, tetap tidak dapat diakses oleh wisatawan meskipun kondisi erupsi sedang tenang. Sebagai cagar alam yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan, kawasan ini hanya diperbolehkan digunakan untuk kegiatan ilmiah, konservasi, dan pendidikan dengan izin resmi. Kegiatan wisata atau pendakian secara bebas tetap dilarang, sekalipun tidak ada erupsi aktif saat ini.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung menegaskan bahwa kawasan ini bukan destinasi wisata, melainkan wilayah perlindungan alam yang harus dijaga keasliannya. Ia menekankan bahwa keberadaan gunung api aktif tidak bisa dijadikan alasan pembukaan akses umum, karena risiko dan konservasi menjadi prioritas utama. Masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi batas aman yang ditetapkan.
Saat ini, batas aman diperluas hingga lima kilometer dari kawasan gunung, lebih jauh dari sebelumnya yang hanya dua kilometer. Larangan ini diberlakukan sebagai tindakan pencegahan, terlebih setelah aktivitas vulkanik kembali meningkat sejak Juli 2026. Pada awal September, tercatat erupsi menerus selama sekitar 25 jam, diikuti beberapa kali erupsi tambahan hingga 8 September, yang menyebabkan status gunung tetap berada pada Level III atau Siaga.
Meskipun tidak dapat mendekati pulau, wisatawan masih diperbolehkan menikmati pemandangan dari luar zona larangan dengan tetap mengikuti arahan petugas. Aktivitas perairan sekitar tetap dapat dilakukan selama sesuai dengan batas keamanan. Namun, tidak ada pengecualian untuk pendakian atau masuk ke wilayah yang dilarang, baik dalam kondisi erupsi maupun tidak.
Tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga keseimbangan ekosistem dan keselamatan publik. Dengan status sebagai kawasan konservasi dan gunung api aktif, Anak Krakatau tetap menjadi wilayah yang tidak boleh dijadikan tempat kunjungan umum. Keberadaannya sebagai simbol kekuatan alam dan khasanah ekologi harus dipertahankan tanpa kompromi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

