Anggaran MBG Dipertimbangkan Di Bawah Rp200 Triliun Tahun Depan
Kepala Badan Gizi Nasional menyatakan kesiapan melakukan efisiensi anggaran MBG tahun depan, meski belum memastikan pemangkasan ke bawah Rp200 triliun, dengan fokus pada audit operasional dapur dan pengawasan ketat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengakui adanya pertimbangan pengurangan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun depan di bawah angka Rp200 triliun, namun menegaskan bahwa keputusan akhir belum final. Ia menekankan bahwa pihaknya akan berupaya seoptimal mungkin dalam mengevaluasi dan memperbaiki efisiensi penggunaan dana, terlebih menyusul arahan dari Menteri Keuangan terkait penyesuaian anggaran.
Pernyataan ini disampaikan usai pertemuan dengan pejabat kementerian terkait, di mana Sudaryono menyatakan akan melakukan pembahasan internal dan koordinasi lanjutan dengan Kementerian Keuangan. Ia menegaskan bahwa setiap alokasi anggaran akan dipertimbangkan secara matang, termasuk mengevaluasi kinerja satuan pelaksana seperti Dapur Umum yang sebelumnya dilaporkan beroperasi padahal tidak berfungsi.
Sejalan dengan itu, BGN sedang memperkuat mekanisme pengawasan dengan melakukan audit mendalam terhadap seluruh unit pelaksana. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, seperti pencatatan operasional yang tidak sesuai kenyataan, maka inspektorat akan diberdayakan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut, bahkan melibatkan kejaksaan jika ditemukan unsur pidana.
Dalam konteks anggaran tahun ini, sebelumnya MBG dialokasikan sebesar Rp330 triliun, lalu diefisiensikan menjadi Rp260 triliun, dan akhirnya disesuaikan kembali ke Rp240 triliun. Dengan pengalaman tersebut, pihak BGN optimistis bisa mencapai efisiensi lebih besar, terutama melalui pemanfaatan teknologi yang memungkinkan pemantauan real-time dan pengurangan birokrasi.
Sudaryono menegaskan komitmen penuh terhadap transparansi dan akuntabilitas. Ia menegaskan bahwa tidak ada pengadaan yang tidak perlu atau berlebihan di bawah kepemimpinannya, dan setiap rupiah yang digunakan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Anggaran tahun 2027 yang telah disiapkan sebesar Rp240 triliun rencananya 97 persennya akan digunakan untuk program makan, sementara 3 persen untuk operasional BGN, termasuk pengawasan, monitoring, dan kompensasi pegawai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


