Anggaran Nol untuk Penyelidikan HAM Berat 2027, Komnas HAM Serukan Tambahan
Komnas HAM menyatakan anggaran tahun 2027 tidak memadai, termasuk alokasi nol untuk penyelidikan kasus HAM berat, dan meminta tambahan Rp99,3 miliar untuk menjalankan tugas konstitusional.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 05.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap alokasi anggaran tahun 2027 yang dinilai tidak mencukupi untuk menjalankan fungsi hukum dan pengawasan atas pelanggaran HAM berat. Dalam rapat dengan Komisi XIII DPR, Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyampaikan bahwa anggaran untuk kegiatan penyelidikan kasus HAM berat secara tegas dinyatakan nol rupiah, meskipun lembaga ini memiliki kewajiban konstitusional untuk menangani peristiwa tersebut.
Pagu anggaran yang diterima untuk tahun depan secara keseluruhan sebesar Rp133,5 miliar, dengan rincian Rp94,23 miliar untuk Komnas HAM dan Rp39,30 miliar untuk Komnas Perempuan. Namun, alokasi tersebut tidak mencakup pendanaan untuk kegiatan manajemen operasional, termasuk pengelolaan arsip, pemantauan situasi HAM, maupun mediasi lapangan—tiga pilar penting dalam proses investigasi yang mendalam.
Anis menjelaskan bahwa sejumlah program strategis seperti penanganan aduan pelanggaran HAM, yang rata-rata mencapai 3.000 kasus per tahun, hanya mendapat dana Rp461 juta—tidak cukup untuk menangani seluruh aduan secara utuh. Kegiatan pengaduan proaktif, yang biasanya dilakukan tiga hingga lima kali setahun untuk menjangkau daerah terpencil, juga tidak memiliki anggaran, sehingga daya jangkau lembaga menjadi terbatas.
Tanpa dana untuk penyelidikan, Komnas HAM tidak mampu menjalankan tugas hukum atas kasus HAM berat yang telah ditetapkan dalam sidang paripurna. Hal ini menimbulkan risiko kegagalan dalam verifikasi faktual, keterlambatan respons terhadap krisis HAM, serta melemahnya kredibilitas lembaga dalam menjalankan peran sebagai penjaga hak asasi.
Untuk mengatasi keterbatasan ini, Komnas HAM mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp99,3 miliar untuk tahun 2027, sementara Komnas Perempuan mengusulkan tambahan Rp14,9 miliar, sehingga total permintaan anggaran mencapai Rp247 miliar. Permintaan ini disampaikan sebagai upaya untuk menjaga kemandirian dan efektivitas lembaga dalam menjalankan amanat konstitusi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

