Anggaran Program Rekening untuk 200 Juta Warga Belum Final
Menteri Keuangan menegaskan anggaran pembukaan rekening bagi 200 juta warga belum ditentukan, dengan perkiraan tidak mencapai Rp11 triliun meski sebelumnya disebutkan sebagai proyeksi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.30 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa anggaran untuk program pembukaan rekening digital bagi sekitar 200 juta warga masih dalam proses perhitungan dan belum final. Ia menilai perkiraan angka Rp11 triliun yang disampaikan sebelumnya kemungkinan tidak tercapai, terutama karena tidak semua penduduk akan menerima rekening baru, terutama mereka yang sudah memiliki rekening aktif.
Pembukaan rekening tersebut akan dilakukan secara otomatis terhadap warga yang membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP), dengan proses langsung terintegrasi ke sistem perbankan. Setiap rekening yang terbuka akan langsung diberikan saldo awal sebesar Rp50 ribu, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebagai dasar pendaftaran.
Meski ada cadangan anggaran yang dapat dimanfaatkan, Purbaya menekankan bahwa jumlah rekening yang akan dibuka belum dapat dipastikan secara pasti. Pemerintah masih melakukan kajian mendalam terhadap data penduduk, termasuk kelompok usia dan distribusi wilayah, untuk menentukan sasaran program secara akurat. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kapasitas dan kesiapan infrastruktur.
Untuk pelaksanaan, pemerintah memilih Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra utama dalam pendistribusian rekening. Mekanisme bagi warga yang sudah memiliki rekening sebelumnya masih dalam tahap penyempurnaan, karena belum ditentukan apakah mereka akan menerima rekening tambahan atau hanya mendapatkan penambahan saldo.
Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memperluas inklusi keuangan nasional dan memastikan akses masyarakat terhadap layanan perbankan secara merata. Ia menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga guna memastikan program berjalan efisien tanpa tumpang tindih, serta tetap menjaga keberlanjutan anggaran dalam APBN.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


