Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anggaran Rekening Gratis Turun Jadi Rp1,28 T dari Rp3,84 T

Pemerintah menyesuaikan anggaran program Satu Orang Satu Rekening menjadi Rp1,28 triliun setelah penyempurnaan data penerima, dengan target 25 juta warga belum punya rekening.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 23.22 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 52x dibuka
Anggaran Rekening Gratis Turun Jadi Rp1,28 T dari Rp3,84 T📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi menurunkan anggaran program Satu Orang Satu Rekening dari rencana awal sekitar Rp3,84 triliun menjadi Rp1,28 triliun. Penyesuaian ini dilakukan setelah proses pencocokan dan validasi data calon penerima yang mencakup warga berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening bank dan termasuk dalam kelompok desil 1 hingga 4. Penyisiran data dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan akurasi dan efisiensi penyaluran bantuan.

Dalam kesempatan Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIExpo Kemayoran, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa data penerima telah selesai diproses dan siap untuk dilaksanakan. Ia menekankan bahwa jumlah penerima yang teridentifikasi lebih rendah dari perkiraan awal, sehingga anggaran pun disesuaikan secara proporsional. “Sudah ada data calon penerima, makanya anggarannya sekitar Rp1,28 triliun,” ujarnya.

Program ini bertujuan meningkatkan inklusi keuangan nasional dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen. Dengan pembukaan rekening gratis bagi 25 juta warga yang belum memiliki akses perbankan, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan formal. Setiap rekening yang dibuka akan diberikan dana awal sebesar Rp50 ribu sebagai insentif awal.

Pembukaan rekening akan dilakukan melalui dua bank yang ditunjuk, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI). Seluruh pendanaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tanpa membebani anggaran daerah. Proses ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperluas akses keuangan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya