Angkasa Pura Resmi Lepas Kelola Bandara Dhoho Kediri
PT Angkasa Pura Indonesia mengakhiri kerja sama operasional dengan PT Surya Dhoho Investama atas Bandara Dhoho Kediri berdasarkan permintaan pengelola baru, tanpa pelanggaran kontrak, seiring tren operasional yang belum optimal.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Angkasa Pura Indonesia secara resmi melepas pengelolaan Bandara Dhoho Kediri setelah menandatangani Perjanjian Pengakhiran Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Surya Dhoho Investama pada 31 Agustus 2026. Keputusan ini muncul atas permintaan dari pihak pengelola baru yang ingin mengelola bandara secara mandiri, tanpa adanya pelanggaran atau wanprestasi dari pihak manapun. Direktur Operasi Angkasa Pura Indonesia menegaskan bahwa seluruh kewajiban dalam perjanjian awal telah dipenuhi oleh kedua belah pihak.
Dalam penjelasannya, perusahaan menyebut bahwa volume lalu lintas penerbangan di Bandara Dhoho belum mencapai kapasitas optimal, kondisi yang diperparah oleh tekanan global terhadap industri penerbangan. Faktor geopolitik yang mengganggu stabilitas pasar global turut berdampak pada kenaikan harga avtur, yang menjadi komponen biaya utama operasional maskapai. Lonjakan harga bahan bakar tersebut memengaruhi keputusan ekonomi dalam menjalankan rute penerbangan, sehingga mengurangi frekuensi penerbangan ke bandara tersebut.
Sejak 1 Oktober 2026, Angkasa Pura Indonesia kini mengelola 36 bandara di seluruh Indonesia. Proses transisi pengelolaan Bandara Dhoho Kediri telah diatur secara rinci dalam perjanjian, mencakup penyerahan aset, dokumen operasional, serta penyelesaian hak dan kewajiban sisa. Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa penghentian KSO bukan berarti penghentian operasional bandara, melainkan perubahan pengelolaan sesuai regulasi.
Keputusan ini diperkuat dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP-DJPU 216 TAHUN 2026, yang secara resmi menetapkan PT Surya Dhoho Investama sebagai pengelola baru Bandara Dhoho Kediri. Bandara tetap menjadi bagian integral dari sistem transportasi udara nasional, dengan harapan pengelolaan mandiri dapat mendorong pengembangan infrastruktur dan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wabup Nagekeo Meninggal Usai Pantau Perbaikan Jalan Rusak
Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat kembali dari pemantauan perbaikan jalan di Desa Rendu Tutubhada.
4 Oktober 2026

Manager Fox Ajukan Permohonan Putar Film di Istana
Manager Twentieth Century Fox Indonesia memohon izin kepada Presiden untuk memutar film "The Robe" di Istana, sebagai bagian dari upaya promosi teknologi Cinemascope yang masa berlakunya hampir habis.
4 Oktober 2026

RLCO Perkenalkan Produk Sarang Burung Premium untuk Pasar Dalam Negeri
Perusahaan bergerak di bidang sarang burung walet meluncurkan lini produk premium lokal dengan standar internasional, menawarkan transparansi asal dan proses produksi kepada konsumen domestik.
4 Oktober 2026

AZKO Perkuat Keberlanjutan dengan Target 2030
AZKO menegaskan komitmen keberlanjutan melalui program Berbagi Cahaya dan BISA BAIK, dengan target jangkauan 80 kota hingga 2030 dan peningkatan produk ramah lingkungan hingga 22%.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ben Affleck Soroti Etika Penggunaan AI dalam Sinema
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

EJIF 2026 Torehkan Rp2,4 Triliun dari 12 Komitmen Investasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pengawasan WNA di Tangerang Diperketat Pasca Temuan Pelanggaran Izin
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kota Berbasis AI dan Nilai Lokal Hadir di Bali
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Warga Badui Ajak Pemerintah Jaga Hutan untuk HUT Banten ke-26
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Teh Jahe Hangat Bantu Legakan Perut Kembung Malam Hari
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Marinir AS Ditahan Terkait Pembunuhan dan Pencurian di Okinawa
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Hekente Wakatobi: Perempuan Jaga Budaya Bahari dengan Tradisi Menjaring Ikan
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

