Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AO PNM Dorong Kemandirian Perempuan di Sebatik Melalui Pendampingan Langsung

Seorang Account Officer PNM mendampingi 18 kelompok usaha rumput laut di Sebatik, Kalimantan Utara, dengan fokus pada akses pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 11.31 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
AO PNM Dorong Kemandirian Perempuan di Sebatik Melalui Pendampingan Langsung📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejak Oktober 2024, seorang petugas pendamping keuangan dari PNM telah beroperasi di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, menjalani perjalanan berat melintasi jalur darat dan laut untuk menjangkau pelaku usaha ultra mikro. Medan yang sulit, dengan jalan berkelok dan berbukit serta risiko tinggi saat hujan deras, tak mengurangi komitmennya untuk memastikan nasabah menerima pembiayaan dan pendampingan sesuai kebutuhan. Kehadirannya di kawasan yang didominasi perkebunan kelapa sawit menjadi bukti komitmen program pembiayaan inklusif hingga daerah terpencil.

Dalam tiga bulan terakhir, petugas tersebut telah mendampingi sekitar 100 nasabah dari 18 kelompok, sebagian besar perempuan yang sebelumnya hanya terlibat sebagai pekerja harian dalam budidaya rumput laut. Dengan bantuan pembiayaan dari PNM Mekaar, sejumlah perempuan mulai berani membangun usaha mandiri, mengubah peran dari "Mak Betang"—pekerja yang mengikat dan menjemur rumput laut—menjadi pengusaha yang mengelola produksi sendiri. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pribadi, tetapi juga menciptakan dampak sosial ekonomi yang lebih luas.

Berkembangnya usaha rumput laut di wilayah ini turut terhubung dengan rantai nilai nasional, di mana sebagian hasil panen dikirim ke Sulawesi untuk diolah di pabrik, bahkan diekspor ke luar negeri. Beberapa nasabah juga mulai mengembangkan produk turunan seperti amplang rumput laut, yang menambah nilai tambah dari hasil bumi lokal. Peningkatan skala usaha turut menciptakan lapangan kerja baru, memungkinkan warga lain turut berkontribusi dalam ekosistem ekonomi lokal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro di seluruh wilayah Indonesia. Dengan integrasi antara PT Bank Rakyat Indonesia, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani, program ini telah menjangkau lebih dari 33,6 juta nasabah dan mencatat lebih dari 166,3 juta rekening simpanan mikro. Kehadiran petugas seperti yang bertugas di Sebatik menjadi indikator nyata bahwa inklusi keuangan dapat hadir bahkan di wilayah paling terpencil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya