APBN Siap Hadapi Lonjakan Harga Minyak di Atas US$100
Menteri Keuangan menegaskan APBN tetap aman meski harga minyak dunia tembus US$100 per barel, dengan defisit masih di bawah 3% dan subsidi BBM tetap dipertahankan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 22.29 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Keuangan memastikan kondisi fiskal nasional tetap terkendali meski harga minyak dunia kembali melonjak di atas level US$100 per barel. Menkeu menegaskan bahwa asumsi perhitungan APBN sebelumnya telah memperhitungkan kenaikan harga minyak hingga di kisaran tersebut, sehingga tidak ada kekhawatiran berlebihan terhadap dampaknya terhadap defisit anggaran.
Dalam perhitungan yang telah disiapkan, defisit APBN diusahakan tetap berada di bawah 3% terhadap PDB, dengan target spesifik sebesar 2,85% berdasarkan asumsi harga minyak rata-rata US$100 per barel. Meskipun saat ini harga minyak dunia berada di bawah US$90, pergerakan harga tetap dipantau secara ketat untuk memastikan konsistensi kebijakan fiskal.
Pemerintah menegaskan belum ada rencana untuk menaikkan kuota subsidi energi meski harga minyak naik. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan anggaran, sambil tetap memastikan masyarakat umum tetap terlindungi melalui subsidi yang diberikan pada BBM bersubsidi seperti Pertalite. Hanya konsumsi BBM non-subsidi seperti Pertamax yang berpotensi terdampak langsung.
Hingga bulan Juli-Agustus, defisit APBN mencatatkan angka 0,95%, jauh di bawah batas yang ditetapkan. Pemerintah menilai posisi fiskal saat ini relatif sehat, sehingga mampu menyerap tekanan eksternal seperti ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasokan minyak.
Menkeu menekankan bahwa pengalaman sebelumnya dalam menghadapi harga minyak tinggi memberikan fondasi kuat dalam mengelola risiko fiskal. Dengan pendekatan proaktif dan konsistensi dalam pengelolaan anggaran, pemerintah yakin dapat menjaga stabilitas ekonomi meski fluktuasi harga energi global terus berlangsung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


