Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

APBN Siap Hadapi Lonjakan Harga Minyak di Atas US$100

Menteri Keuangan menegaskan APBN tetap aman meski harga minyak dunia tembus US$100 per barel, dengan defisit masih di bawah 3% dan subsidi BBM tetap dipertahankan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 22.29 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
APBN Siap Hadapi Lonjakan Harga Minyak di Atas US$100📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Keuangan memastikan kondisi fiskal nasional tetap terkendali meski harga minyak dunia kembali melonjak di atas level US$100 per barel. Menkeu menegaskan bahwa asumsi perhitungan APBN sebelumnya telah memperhitungkan kenaikan harga minyak hingga di kisaran tersebut, sehingga tidak ada kekhawatiran berlebihan terhadap dampaknya terhadap defisit anggaran.

Dalam perhitungan yang telah disiapkan, defisit APBN diusahakan tetap berada di bawah 3% terhadap PDB, dengan target spesifik sebesar 2,85% berdasarkan asumsi harga minyak rata-rata US$100 per barel. Meskipun saat ini harga minyak dunia berada di bawah US$90, pergerakan harga tetap dipantau secara ketat untuk memastikan konsistensi kebijakan fiskal.

Pemerintah menegaskan belum ada rencana untuk menaikkan kuota subsidi energi meski harga minyak naik. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan anggaran, sambil tetap memastikan masyarakat umum tetap terlindungi melalui subsidi yang diberikan pada BBM bersubsidi seperti Pertalite. Hanya konsumsi BBM non-subsidi seperti Pertamax yang berpotensi terdampak langsung.

Hingga bulan Juli-Agustus, defisit APBN mencatatkan angka 0,95%, jauh di bawah batas yang ditetapkan. Pemerintah menilai posisi fiskal saat ini relatif sehat, sehingga mampu menyerap tekanan eksternal seperti ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasokan minyak.

Menkeu menekankan bahwa pengalaman sebelumnya dalam menghadapi harga minyak tinggi memberikan fondasi kuat dalam mengelola risiko fiskal. Dengan pendekatan proaktif dan konsistensi dalam pengelolaan anggaran, pemerintah yakin dapat menjaga stabilitas ekonomi meski fluktuasi harga energi global terus berlangsung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya