BRI Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp842,1 Triliun
Pembiayaan berkelanjutan BRI mencapai Rp842,1 triliun hingga paruh pertama 2026, dominan dari kredit mikro dan UKM dengan dampak sosial signifikan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Portofolio pembiayaan berkelanjutan BRI pada akhir triwulan II 2026 mencatatkan angka Rp842,1 triliun, menunjukkan peningkatan dari posisi Rp802,4 triliun pada semester I 2025. Angka ini setara dengan 58% dari total kredit BRI, mencerminkan komitmen strategis bank dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis. Komponen terbesar berasal dari pembiayaan sosial sebesar Rp739,9 triliun, yang menjadi pilar utama dalam mendukung ekonomi rakyat dan inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat.
Dari total pembiayaan sosial, sebanyak 60,4% berasal dari kredit mikro, diikuti 37,1% untuk kredit usaha mikro dan kecil, serta 2,5% untuk pembiayaan perumahan bersubsidi. Dengan dominasi kredit mikro, BRI mampu menjangkau pelaku usaha di tingkat bawah, mendukung kelangsungan aktivitas ekonomi lokal, sekaligus memperluas akses terhadap hunian layak bagi kelompok rentan. Di sisi lain, pembiayaan berbasis lingkungan mencapai Rp102,2 triliun, atau 7,1% dari total portofolio, dengan fokus pada pengelolaan lahan berkelanjutan, transportasi hijau, energi terbarukan, dan efisiensi energi.
Porsi terbesar dalam pembiayaan lingkungan berasal dari sustainable land management sebesar 69,2%, disusul pembiayaan green transportation (3,1%), energi baru terbarukan (6,5%), produk ramah lingkungan (4,5%), serta efisiensi energi (2,6%). Peningkatan pendanaan berkelanjutan juga didukung oleh pertumbuhan sustainable wholesale funding yang mencapai Rp37,6 triliun hingga semester I 2026, meningkat dari Rp34,8 triliun pada 2025 dan Rp27 triliun pada 2024. Instrumen pendanaan ini meliputi green bond, social bond, sustainability-linked loan, dan social loan, dengan social loan menjadi porsi terbesar sebesar 38%.
Direktur Legal & Compliance BRI, Mahdi Yusuf, menegaskan bahwa pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan dilakukan secara terukur, dengan mempertimbangkan risiko sekaligus memastikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pendanaan dari green bond dan social bond dialokasikan secara eksplisit untuk proyek-proyek yang memenuhi kriteria keberlanjutan, dengan pengukuran dampak melalui laporan impact yang transparan. Berdasarkan laporan tahunan, dana dari social bond BRI telah menciptakan sekitar 59.000 lapangan kerja bagi UMKM dan mendukung peningkatan aset lebih dari 23.000 nasabah melalui KUR dan Kupedes. Sementara green bond berkontribusi pada penghindaran emisi sebesar 2.711 kTCO₂e per tahun, serta mendukung praktik pengelolaan lahan berkelanjutan melalui pelaku usaha bersertifikasi ISPO/RSPO.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


