AS Gelontorkan Sanksi Ekonomi, Iran Kehilangan Akses Penerbangan Global
AS mempertanyakan cara delegasi Iran pulang dari sidang PBB di New York setelah melarang seluruh maskapai negara itu beroperasi secara global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengungkap kekhawatiran atas mobilitas delegasi Iran pasca-penghentian operasional maskapai nasional di seluruh dunia. Keputusan ini merupakan bagian dari Operasi Economic Outcast, kampanye ekonomi intensif yang diluncurkan Agustus lalu untuk mempersempit ruang gerak Iran secara sistemik. Bessent menegaskan bahwa sanksi tersebut menargetkan seluruh entitas yang terlibat dalam aktivitas ekonomi dengan Iran, termasuk lembaga keuangan, perusahaan, dan mitra bisnis asing.
Dalam pernyataannya, Bessent menyebut bahwa lebih dari 80 hingga 90 persen penerbangan internasional dari Iran telah terhenti akibat kebijakan baru ini. Ia menekankan bahwa strategi yang dijalankan bukan hanya tekanan finansial, tetapi juga integrasi dari elemen militer, blokade laut, dan isolasi ekonomi. Tujuannya adalah memaksa Iran mengubah kebijakan luar negerinya dengan menciptakan tekanan yang tak pernah dirasakan sebelumnya.
AS, menurut Bessent, menginginkan tiga kemungkinan hasil: perpecahan di dalam kekuasaan Iran, gelombang protes rakyat, atau tercapainya kesepakatan yang memastikan kepatuhan Iran terhadap komitmen internasional. Ia menegaskan bahwa negosiasi awal pada tahun ini sempat terbuka, tetapi gagal karena peningkatan aktivitas militer Iran di Selat Hormuz. Bessent menegaskan bahwa jika kesepakatan tercapai, maka Iran akan diharapkan menaikkan tingkat kepatuhan secara permanen.
Operasi Economic Outcast kini meluas ke berbagai sektor krusial, termasuk jaringan penerbangan, infrastruktur keuangan, hingga sistem mata uang digital. Upaya ini diproyeksikan berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Pihak AS menegaskan bahwa mereka memiliki data lengkap mengenai pelaku bisnis dan pendana yang tetap berhubungan dengan Iran, dan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang melanggar aturan ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
PT Vaksindo Satwa Nusantara sukses mengekspor vaksin hewan senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika sebagai langkah ekspansi pasar pertama di benua tersebut.
24 September 2026

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Ditjen Perhubungan Laut menjadi penerima anggaran terbesar di Kemenhub dengan Rp10,49 triliun, menyesuaikan prioritas peningkatan keselamatan dan konektivitas maritim.
24 September 2026

Anggaran 2027 Basarnas Belum Cukup, Kekurangan Rp2,29 Triliun
Basarnas mengalokasikan anggaran Rp1,56 triliun untuk 2027, masih kurang Rp2,29 triliun dari kebutuhan sebenarnya, terutama untuk sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan.
24 September 2026

Pemerintah Masih Rancang Desain Program Rekening Gratis
Pemerintah belum menentukan anggaran detail dan desain pelaksanaan program pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu untuk masyarakat.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

