Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Gelontorkan Sanksi Ekonomi, Iran Kehilangan Akses Penerbangan Global

AS mempertanyakan cara delegasi Iran pulang dari sidang PBB di New York setelah melarang seluruh maskapai negara itu beroperasi secara global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
AS Gelontorkan Sanksi Ekonomi, Iran Kehilangan Akses Penerbangan Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengungkap kekhawatiran atas mobilitas delegasi Iran pasca-penghentian operasional maskapai nasional di seluruh dunia. Keputusan ini merupakan bagian dari Operasi Economic Outcast, kampanye ekonomi intensif yang diluncurkan Agustus lalu untuk mempersempit ruang gerak Iran secara sistemik. Bessent menegaskan bahwa sanksi tersebut menargetkan seluruh entitas yang terlibat dalam aktivitas ekonomi dengan Iran, termasuk lembaga keuangan, perusahaan, dan mitra bisnis asing.

Dalam pernyataannya, Bessent menyebut bahwa lebih dari 80 hingga 90 persen penerbangan internasional dari Iran telah terhenti akibat kebijakan baru ini. Ia menekankan bahwa strategi yang dijalankan bukan hanya tekanan finansial, tetapi juga integrasi dari elemen militer, blokade laut, dan isolasi ekonomi. Tujuannya adalah memaksa Iran mengubah kebijakan luar negerinya dengan menciptakan tekanan yang tak pernah dirasakan sebelumnya.

AS, menurut Bessent, menginginkan tiga kemungkinan hasil: perpecahan di dalam kekuasaan Iran, gelombang protes rakyat, atau tercapainya kesepakatan yang memastikan kepatuhan Iran terhadap komitmen internasional. Ia menegaskan bahwa negosiasi awal pada tahun ini sempat terbuka, tetapi gagal karena peningkatan aktivitas militer Iran di Selat Hormuz. Bessent menegaskan bahwa jika kesepakatan tercapai, maka Iran akan diharapkan menaikkan tingkat kepatuhan secara permanen.

Operasi Economic Outcast kini meluas ke berbagai sektor krusial, termasuk jaringan penerbangan, infrastruktur keuangan, hingga sistem mata uang digital. Upaya ini diproyeksikan berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Pihak AS menegaskan bahwa mereka memiliki data lengkap mengenai pelaku bisnis dan pendana yang tetap berhubungan dengan Iran, dan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang melanggar aturan ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya