KPK Perluas Penggeledahan ke Kantor BPN Jatim
Penyidik KPK kembali melakukan penggeledahan di Kanwil ATR/BPN Jawa Timur, menyusul aksi serupa di Mojokerto, dengan fokus pada dugaan korupsi di sektor pertanahan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas operasi penggeledahan ke Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Jawa Timur, Kamis (24/9). Kegiatan dimulai sejak pukul 10.00 WIB, dengan kedatangan puluhan personel yang tiba menggunakan tiga hingga empat mobil Toyota Innova berwarna hitam. Tim yang tiba langsung masuk ke dalam gedung tanpa memberikan penjelasan rinci kepada awak media maupun petugas keamanan yang berjaga di lokasi.
Petugas keamanan di lokasi menyebutkan bahwa selain tim penyidik KPK, terdapat pula personel Brimob bersenjata lengkap yang melakukan pengamanan di sekitar area kantor. Meski tidak diperbolehkan mendekati gedung, awak media hanya diperbolehkan berada di halaman kantor, tanpa akses ke area dalam. Penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya lanjutan dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan aparatur di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Sebelumnya, pada Rabu (23/9), KPK telah melakukan penggeledahan serupa di kantor BPN Mojokerto, tempat sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik disita. Di lokasi tersebut, penyidik juga menyita sejumlah amplop berisi uang tunai yang diduga merupakan aliran dana dari pemohon layanan pertanahan. Temuan ini menjadi salah satu poin penting dalam penyelidikan terhadap dugaan praktik suap dan penyalahgunaan wewenang dalam proses pengurusan sertifikat tanah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa penggeledahan di Kanwil BPN Jatim masih berlangsung hingga saat ini. Ia menyampaikan bahwa operasi ini merupakan bagian dari proses penyidikan yang sedang digarap secara intensif, dengan fokus pada temuan-temuan awal yang diperoleh dari lokasi sebelumnya. Tujuan utamanya adalah mengungkap jaringan korupsi dan memperkuat bukti hukum terhadap pihak-pihak terkait.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Penyelidikan kasus tenggelamnya Kapal Virgo yang membawa 243 orang dilimpahkan ke Mabes Polri karena kompleksitas dan dampak nasionalnya.
24 September 2026

Raja Salman Tuding Houthi Milisi Teroris Usai Serangan ke Makkah
Raja Salman mengecam Houthi sebagai milisi teroris dan menyalahkan mereka atas serangan drone ke arah Makkah, memicu peringatan keamanan pertama dalam dekade terakhir.
24 September 2026

Lindy Lewis, Mantan Penjaga yang Berburu Pembunuh Justin
Film Jolt (2021) tayang malam ini di Bioskop Trans TV, mengisahkan mantan penjaga dengan gangguan emosional yang mengejar pembunuh kekasihnya setelah polisi gagal menangani kasus secara serius.
24 September 2026

Kill Chain: Misteri Pembunuhan dan Identitas yang Terkait
Film thriller neo-noir Kill Chain tayang malam ini di Bioskop Trans TV dengan kisah Arana yang terlibat dalam jaringan kejahatan setelah seorang wanita misterius datang ke hotelnya.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

