AS Perkuat Kendali di Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Iran
Amerika Serikat meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran, dengan serangan terhadap fasilitas IRGC di Selat Hormuz, sambil memperingatkan hukuman berat bagi yang berani melawan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.27 WITA·👁 7 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kamis (5/9/2026), militer Amerika Serikat mengonfirmasi operasi militer terhadap sejumlah target terkait Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di kawasan strategis Selat Hormuz. Aksi ini dilakukan seiring dengan upaya Washington untuk memperkuat dominasi di jalur maritim vital, sekaligus menekan ekonomi Iran melalui sanksi dan isolasi finansial. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memaksa Teheran kembali ke meja negosiasi.
Namun, Presiden Donald Trump menolak tudingan bahwa tujuan utamanya adalah perundingan. Ia menegaskan bahwa posisi AS kini jauh lebih kuat, dengan kendali nyaris penuh atas Selat Hormuz dan ekonomi Iran yang sedang runtuh. Dalam pernyataan di media sosial, Trump menyatakan bahwa serangan balasan yang lebih dahsyat masih disimpan, dengan ancaman keras jika Iran berani membalas. “Kami tidak butuh perjanjian yang tidak berarti. Kini, kami berada di atas, dan Iran akan merasakan dampak yang jauh lebih besar,” tegasnya.
Iran menanggapi dengan melaporkan serangan yang menewaskan lima warga sipil, termasuk seorang anak, dalam ledakan di desa Kuhestak, Provinsi Hormozgan. Wakil Gubernur Hormozgan, Ahmad Nafisi, menyebut lokasi tersebut menjadi sasaran serangan yang menghancurkan pesta pernikahan. Sementara itu, Komando Pusat AS membantah tudingan tersebut, menegaskan bahwa semua operasi bertujuan menghancurkan infrastruktur militer, bukan warga sipil. “Kami tidak menargetkan penduduk, berbeda dengan IRGC yang sering menyerang warga tak bersalah,” ujar juru bicara militer AS.
Eskalasi ini berdampak luas, termasuk serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Yordania, di mana 10 rudal berhasil dicegat dan tiga lainnya jatuh di area tak berpenghuni. Di sisi lain, Uni Emirat Arab melaporkan telah menembak jatuh drone asal Iran. IRGC menanggapi dengan ancaman balasan, menyatakan bahwa para agresor akan menghadapi hukuman berat. Di tengah ketegangan, harga minyak mentah dunia melonjak 7 persen dalam sepekan, sementara harga bensin reguler di AS naik menjadi US$4,10 per galon.
Pemerintah AS merespons dengan menerbitkan peringatan perjalanan baru untuk seluruh wilayah Timur Tengah, menyerukan kewaspadaan tinggi bagi warganya dan kedutaan. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa potensi serangan balasan mematikan bisa terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan. Eskalasi militer ini menunjukkan keberlanjutan strategi tekanan maksimal, yang kini menimbulkan risiko krisis regional yang lebih luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

