AS Perkuat Kendali di Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Iran
Amerika Serikat meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran, dengan serangan terhadap fasilitas IRGC di Selat Hormuz, sambil memperingatkan hukuman berat bagi yang berani melawan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kamis (5/9/2026), militer Amerika Serikat mengonfirmasi operasi militer terhadap sejumlah target terkait Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di kawasan strategis Selat Hormuz. Aksi ini dilakukan seiring dengan upaya Washington untuk memperkuat dominasi di jalur maritim vital, sekaligus menekan ekonomi Iran melalui sanksi dan isolasi finansial. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memaksa Teheran kembali ke meja negosiasi.
Namun, Presiden Donald Trump menolak tudingan bahwa tujuan utamanya adalah perundingan. Ia menegaskan bahwa posisi AS kini jauh lebih kuat, dengan kendali nyaris penuh atas Selat Hormuz dan ekonomi Iran yang sedang runtuh. Dalam pernyataan di media sosial, Trump menyatakan bahwa serangan balasan yang lebih dahsyat masih disimpan, dengan ancaman keras jika Iran berani membalas. “Kami tidak butuh perjanjian yang tidak berarti. Kini, kami berada di atas, dan Iran akan merasakan dampak yang jauh lebih besar,” tegasnya.
Iran menanggapi dengan melaporkan serangan yang menewaskan lima warga sipil, termasuk seorang anak, dalam ledakan di desa Kuhestak, Provinsi Hormozgan. Wakil Gubernur Hormozgan, Ahmad Nafisi, menyebut lokasi tersebut menjadi sasaran serangan yang menghancurkan pesta pernikahan. Sementara itu, Komando Pusat AS membantah tudingan tersebut, menegaskan bahwa semua operasi bertujuan menghancurkan infrastruktur militer, bukan warga sipil. “Kami tidak menargetkan penduduk, berbeda dengan IRGC yang sering menyerang warga tak bersalah,” ujar juru bicara militer AS.
Eskalasi ini berdampak luas, termasuk serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Yordania, di mana 10 rudal berhasil dicegat dan tiga lainnya jatuh di area tak berpenghuni. Di sisi lain, Uni Emirat Arab melaporkan telah menembak jatuh drone asal Iran. IRGC menanggapi dengan ancaman balasan, menyatakan bahwa para agresor akan menghadapi hukuman berat. Di tengah ketegangan, harga minyak mentah dunia melonjak 7 persen dalam sepekan, sementara harga bensin reguler di AS naik menjadi US$4,10 per galon.
Pemerintah AS merespons dengan menerbitkan peringatan perjalanan baru untuk seluruh wilayah Timur Tengah, menyerukan kewaspadaan tinggi bagi warganya dan kedutaan. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa potensi serangan balasan mematikan bisa terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan. Eskalasi militer ini menunjukkan keberlanjutan strategi tekanan maksimal, yang kini menimbulkan risiko krisis regional yang lebih luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


