Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Perkuat Pangkalan Militer di Australia, Siapkan 1.000 Personel

Amerika Serikat rencanakan penempatan 1.000 personel militer di pangkalan HMAS Stirling, Australia, mulai tahun depan sebagai bagian dari ekspansi armada kapal selam nuklir kelas Virginia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AS Perkuat Pangkalan Militer di Australia, Siapkan 1.000 Personel
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat telah menetapkan rencana strategis untuk memperluas kehadiran militer di wilayah Australia, khususnya melalui pembukaan markas permanen armada kapal selam bertenaga nuklir kelas Virginia di pangkalan HMAS Stirling, dekat Perth. Proyek ini dijadwalkan beroperasi penuh pada 2027, menandai langkah signifikan dalam kerja sama pertahanan Indo-Pasifik. Penetapan lokasi tersebut disepakati dalam pertemuan tingkat menteri antara Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Washington DC.

Sebanyak 1.000 personel Angkatan Laut AS akan ditempatkan di pangkalan tersebut mulai tahun depan, mendukung operasional kapal selam canggih yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pertahanan wilayah. Kehadiran ini melengkapi keberadaan regu Marinir AS yang sudah beroperasi secara rutin di Darwin, menunjukkan komitmen jangka panjang AS terhadap stabilitas keamanan di kawasan. Marles menegaskan bahwa pengumuman lebih rinci akan disampaikan dalam pertemuan AUSMIN mendatang, di mana ia akan berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan rekan-rekan dari AS.

Pentingnya kehadiran militer AS, menurut Marles, tidak hanya sebagai bentuk pencegahan, tetapi juga sebagai alat menjaga perdamaian dan keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik. Ia menekankan bahwa pertumbuhan kekuatan militer AS di Australia telah menjadi kebijakan konsisten sejak pemerintah saat ini berkuasa, dan sejalan dengan kepentingan nasional Australia. Selain fasilitas kapal selam, Pentagon juga memperhatikan percepatan pembangunan kapasitas di wilayah utara Australia yang dinilai rentan terhadap ancaman.

Dalam konteks kerja sama strategis, kedua negara juga berencana memperkuat kolaborasi industri pertahanan, termasuk produksi rudal berpemandu secara lokal. Di sisi lain, tekanan AS terhadap sekutu untuk meningkatkan anggaran pertahanan tetap menjadi fokus. Hegseth menekankan pentingnya kontribusi nyata dari mitra dalam menjaga keamanan kolektif. Marles menanggapi dengan menunjukkan bahwa Australia kini mengalokasikan 2,8% dari PDB untuk anggaran pertahanan—angka yang melampaui sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Italia, serta menempatkan negara tersebut di atas sebagian besar anggota NATO, kecuali negara-negara Nordik, Baltik, dan Polandia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya