Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Serang Pesta Pernikahan di Iran, 5 Tewas dan Banyak Terluka

Serangan udara AS menewaskan lima orang, termasuk seorang anak, dalam perayaan pernikahan di Sirik, Iran, menyebabkan ratusan korban luka dan kerusakan parah pada bangunan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AS Serang Pesta Pernikahan di Iran, 5 Tewas dan Banyak Terluka
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Sebuah serangan udara yang diduga berasal dari Amerika Serikat menghantam sebuah rumah di wilayah Sirik, Iran, pada pagi hari Rabu, saat sedang berlangsung perayaan pernikahan. Insiden ini menewaskan lima warga, termasuk seorang anak kecil, serta melukai lebih dari 60 orang. Lokasi serangan berada di kota Kuhestak, wilayah selatan Iran, yang mengalami kerusakan signifikan pada infrastruktur dan fasilitas publik.

Menurut pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, aksi tersebut dikategorikan sebagai serangan "brutal" yang sengaja mengincar warga sipil. Ia menegaskan bahwa tempat kejadian adalah area yang tidak memiliki aktivitas militer, sehingga serangan tersebut dianggap melanggar hukum internasional. Beberapa saksi mata melaporkan bahwa puing-puing bangunan berserakan di sekitar lokasi, sementara listrik dan komunikasi terputus akibat ledakan.

Data terbaru dari pejabat kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyebutkan bahwa 63 korban luka dilarikan ke rumah sakit di Minab, kota terdekat. Sebanyak 50 di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Semua korban yang dirawat dikonfirmasi dalam kondisi stabil, meski sejumlah besar masih membutuhkan perawatan intensif. Gambar yang dirilis oleh Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran menunjukkan kondisi ruangan yang hancur, dengan dinding runtuh dan kaca pecah berserakan di tanah.

Gubernur wilayah Sirik, Reza Shahidiyan, mengonfirmasi jumlah korban dan meminta bantuan internasional untuk menangani dampak kemanusiaan akibat serangan tersebut. Ia menekankan bahwa lokasi kejadian adalah area sipil murni, tanpa indikasi adanya aktivitas militer. Serangan ini kembali memperburuk ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat, yang sebelumnya telah terjadi konflik terbuka di berbagai wilayah Timur Tengah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya