Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Serang Pulau Larak, Iran Balas dengan Siapkan Roket Ranjau Laut

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke Iran melalui bombardir di Pulau Larak, menyusul jeda sebulan, dengan alasan Iran bersiap meluncurkan roket berranjau laut di Selat Hormuz.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
AS Serang Pulau Larak, Iran Balas dengan Siapkan Roket Ranjau Laut📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasukan Amerika Serikat melakukan serangan udara terhadap dua peluncur rudal milik Iran di Pulau Larak, wilayah strategis di Selat Hormuz, pada dini hari Senin (31/8), menandai kembalinya aksi militer setelah sebulan vakum. Serangan ini dikonfirmasi oleh juru bicara Komando Pusat AS, yang menyatakan bahwa Garda Revolusi Iran sedang dalam proses persiapan meluncurkan roket dilengkapi ranjau laut menuju jalur pelayaran kunci global tersebut.

Kejadian ini terjadi di tengah dinamika ketegangan yang telah berlangsung selama enam bulan, meski sebelumnya terjadi penurunan intensitas konflik. Pemerintahan Trump memilih fokus pada pendekatan ekonomi, termasuk penerapan sanksi dan blokade angkatan laut, sebagai respons terhadap aksi Iran yang memblokir Selat Hormuz sejak 28 Februari. Jalur itu menjadi krusial karena melintasi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, mengonfirmasi bahwa operasi pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz telah selesai. Pasukan AS tetap menjaga kewaspadaan tinggi, dengan komitmen menjaga kelancaran arus perdagangan global melalui perairan vital tersebut. Meski gencatan senjata telah disepakati pada April dan kesepakatan damai ditandatangani Juni, proses diplomasi belum menghasilkan kesepakatan final.

Upaya mediator dari negara-negara seperti Pakistan dan Qatar belum mampu menyelesaikan krisis. Senator AS Jack Reed menilai bahwa setelah enam bulan konflik, tidak ada pencapaian strategis yang signifikan. Ia menekankan bahwa pendekatan militer justru melemahkan posisi AS secara geopolitik dan merusak reputasi di kancah internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya