Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Beli Bersih Rp77 Miliar, Borong 10 Saham Unggulan

Investor asing mencatatkan net buy Rp77 miliar di sesi I perdagangan Kamis (17/9/2026), dengan fokus utama pada empat saham bank dan emiten konsumer.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.32 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Asing Beli Bersih Rp77 Miliar, Borong 10 Saham Unggulan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menunjukkan kekuatan pada sesi perdagangan pertama hari ini, Kamis (17/9/2026), meski dihadapkan pada tekanan dari kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat oleh The Federal Reserve. Penguatan IHSG tercatat sebesar 0,42% ke level 6.463,61, dengan pergerakan harian berada di rentang 6.418 hingga 6.500. Total nilai transaksi mencapai Rp7,88 triliun, didukung volume perdagangan sebanyak 16,90 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,12 juta kali.

Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin, yang menaikkan tingkat acuan menjadi 3,75%-4%, turut memicu kenaikan indeks dolar AS hingga level tertinggi sejak 12 Agustus 2026. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga melonjak ke 5,004%, posisi tertinggi sejak Juli 2007. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di wilayah Selat Bab el-Mandeb yang melibatkan kelompok Houthi juga menambah volatilitas pasar global. Meski demikian, penguatan sektor energi, konsumer, dan keuangan mampu menopang kinerja pasar dalam negeri.

Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp77,54 miliar di seluruh pasar selama sesi pertama. Nilai transaksi asing mencapai Rp4,07 triliun, dengan pembelian sebesar Rp2,07 triliun dan penjualan Rp2,00 triliun. Fokus pembelian terbesar jatuh pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai net buy mencapai Rp142,67 miliar, diikuti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) senilai Rp39,91 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp32,58 miliar.

Saham-saham lain yang menjadi target pembelian asing antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan nilai Rp30,80 miliar, PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) Rp28,53 miliar, dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) Rp24,89 miliar. Di sisi lain, aksi jual asing paling signifikan terjadi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp79,76 miliar, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp45,71 miliar dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Rp30,56 miliar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya