Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ASN di Era AI: Fokus pada Kecerdasan, Bukan Sekadar Teknologi

Pemerintah kini mendorong ASN menguasai penggunaan AI secara bijak demi meningkatkan kualitas pelayanan publik tanpa mengorbankan akuntabilitas dan keputusan manusia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
ASN di Era AI: Fokus pada Kecerdasan, Bukan Sekadar Teknologi
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Di tengah percepatan transformasi digital, pemerintah kini menekankan bahwa keunggulan aparatur sipil negara di era kecerdasan buatan bukan ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang digunakan, melainkan sejauh mana mereka mampu memanfaatkannya secara tepat dan bertanggung jawab. Di Surabaya, langkah strategis telah diambil melalui seminar bertajuk "Winning The City Competition in The Age of AI" dalam rangkaian Surabaya Marketing Week 2026, yang menyoroti pentingnya membangun kapasitas ASN dalam menghadapi perubahan sistem kerja akibat kemajuan AI.

Kegiatan ini menegaskan bahwa AI bukan sekadar alat otomasi, melainkan bagian dari transformasi menyeluruh dalam tata kelola pemerintahan. Dengan kemampuan mengolah data, menyusun draf, dan mengidentifikasi pola dalam hitungan detik, AI memberi ruang bagi ASN untuk beralih dari pekerjaan rutin ke tugas-tugas strategis yang menuntut kreativitas, analisis kritis, dan pengambilan keputusan berbasis konteks. Namun, kecepatan teknologi tidak otomatis menjamin keakuratan atau keadilan.

Penting untuk diingat bahwa hasil AI bergantung pada kualitas data, instruksi, dan pemahaman konteks yang diberikan manusia. Ketika data tidak lengkap atau konteks tidak dipertimbangkan, risiko kesalahan tetap tinggi—terutama dalam bidang yang berdampak langsung pada kehidupan warga, seperti kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, dan perizinan. Oleh karena itu, keberhasilan penerapan AI di birokrasi diukur bukan dari efisiensi waktu, melainkan dari kualitas keputusan, keakuratan informasi, dan tingkat kepercayaan publik.

Untuk itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menyiapkan program pelatihan dan penguatan kapasitas kepemimpinan digital bagi 145 ribu ASN guna menyiapkan kesiapan menghadapi era AI. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyusun rancangan Peraturan Presiden tentang Etika Kecerdasan Artifisial serta Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional 2026–2029, yang dirancang untuk menjamin pengembangan teknologi tersebut berjalan secara etis, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya