Bahlil: Desain BUK Migas Masih Dibahas, Fokus pada Kepentingan Nasional
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan desain kelembagaan BUK Migas masih dalam pembahasan, dengan tujuan optimalisasi pengelolaan hulu migas untuk kepentingan bangsa.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.36 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah saat ini tengah meninjau ulang struktur kelembagaan sektor hulu minyak dan gas bumi melalui rencana pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas, yang nantinya diproyeksikan menggantikan peran Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proses penyusunan formulasi kelembagaan masih berlangsung, dengan pertimbangan terbuka terhadap berbagai alternatif yang dapat memberikan dampak terbaik bagi negara.
Ia menekankan bahwa SKK Migas sendiri merupakan hasil evolusi dari lembaga sebelumnya, yaitu Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), yang kemudian dibubarkan berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi. Sebagai lembaga sementara yang dibentuk secara ad hoc, SKK Migas kini menjadi bahan evaluasi dalam konteks perbaikan sistem pengelolaan sumber daya alam nasional.
Praktisi migas Hadi Ismoyo menilai BUK Migas yang baru sebaiknya berfungsi sebagai lembaga regulator utama, bukan operator. Menurutnya, keberadaan PT Pertamina sebagai operator sudah cukup solid, sehingga tidak perlu ada tumpang tindih kewenangan. Dengan fokus sebagai regulator, BUK Migas dapat memperkuat tata kelola, termasuk dalam pengelolaan dana minyak (Petroleum Fund) untuk akuisisi data awal, yang akan meningkatkan kualitas Wilayah Kerja Produksi (WKP) dan daya tarik investor global.
Ia menyarankan agar BUK Migas ditempatkan langsung di bawah Presiden guna memastikan otoritas tinggi dan kemandirian dalam mengeksekusi kebijakan strategis terkait ketahanan energi nasional. Menurutnya, posisi di bawah Pertamina atau Kementerian ESDM akan membatasi kewenangan dan efektivitas lembaga tersebut. Dengan struktur organisasi yang mengalir langsung ke Presiden, BUK Migas dapat menjalankan peran secara lebih proaktif dan independen.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Pemerintah melatih 32 pejabat Kemenko Perekonomian di China untuk meningkatkan kapasitas negosiasi dalam perundingan ekonomi internasional demi capai target pertumbuhan 8% pada 2029.
11 September 2026

Harga Cabai Rawit Nasional Capai Rp81 Ribu per Kg, Pemerintah Akselerasi Distribusi
Harga cabai rawit nasional mencapai Rp81.052 per kg, didorong kemarau panjang dan serangan OPT, pemerintah segera mobilisasi stok dari daerah surplus melalui program FDP.
11 September 2026

Bantuan Pangan Beras Tersalurkan di Kediri untuk 251 Ribu Penerima
Pemerintah melalui Bulog dan Kemenko Pangan salurkan 7.542 ton beras untuk 251.412 penerima di Kabupaten Kediri, Juli-September 2026.
11 September 2026

KTT BRICS di New Delhi Jadi Ujian Kekompakan Global
KTT BRICS di New Delhi menjadi fokus dunia saat pemimpin Rusia, China, Iran, dan India bertemu di tengah ketegangan geopolitik dan tantangan ekonomi global.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


