Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bahlil Percepat Produksi Gas di Kalimantan Timur

Resmi dioperasikan, sumur Jangkrik NE dan lapangan Maha-South mampu tingkatkan produksi gas nasional hingga 750 MMSCFD mulai November 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 23.21 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
Bahlil Percepat Produksi Gas di Kalimantan Timur📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, secara resmi menandai dimulainya operasional Sumur Gas Jangkrik North East (JNE) #6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha - South di Kalimantan Timur. Peresmian dilakukan secara daring melalui kanal resmi Kementerian ESDM, menandai terobosan penting dalam upaya memperkuat produksi energi nasional. Proyek ini dikelola oleh Searah, entitas kerja sama antara Eni dan Petronas, yang telah menunjukkan kinerja impresif sejak pengembangan cabang baru (side-tracking) pada 9 Oktober 2026.

Hasil pengeboran sampingan di sumur JNE#6 menghasilkan lonjakan signifikan dalam produksi gas, naik dari 10 MMSCFD menjadi 56 MMSCFD—lebih dari lima kali lipat dari angka sebelumnya. Capaian ini turut memperbesar cadangan gas awal (Gas In-Place/GIIP) sekitar 100 BCF. Selain itu, tambahan kapasitas dari Blok Maha diperkirakan mencapai 230 MMSCFD, sehingga total peningkatan produksi dari kedua proyek ini mencapai 290 MMSCFD. Dengan produksi eksisting sebelumnya sebesar 450 MMSCFD, total kapasitas produksi gas nasional diperkirakan mencapai 750 MMSCFD mulai 1 November 2026.

Peningkatan produksi ini menjadi kunci strategis dalam upaya menaikkan rata-rata angka lifting minyak nasional yang saat ini masih berada di sekitar 600 ribu barel per hari. Bahlil menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan kenaikan lifting hingga 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada periode 2029–2030. Ia menyoroti peran penting proyek Eni di Kalimantan sebagai salah satu pilar utama dalam pencapaian target nasional tersebut.

Investasi besar juga telah dikeluarkan untuk mendukung fasilitas produksi Lapangan Maha-South, mencapai sekitar US$891 juta. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada akhir Oktober 2026, menandai realisasi konsistensi komitmen sektor energi dalam menopang stabilitas pasokan energi nasional. Dengan peningkatan kapasitas produksi, Indonesia semakin dekat pada kemandirian energi yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya