Bahlil Percepat Produksi Gas di Kalimantan Timur
Resmi dioperasikan, sumur Jangkrik NE dan lapangan Maha-South mampu tingkatkan produksi gas nasional hingga 750 MMSCFD mulai November 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 23.21 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, secara resmi menandai dimulainya operasional Sumur Gas Jangkrik North East (JNE) #6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha - South di Kalimantan Timur. Peresmian dilakukan secara daring melalui kanal resmi Kementerian ESDM, menandai terobosan penting dalam upaya memperkuat produksi energi nasional. Proyek ini dikelola oleh Searah, entitas kerja sama antara Eni dan Petronas, yang telah menunjukkan kinerja impresif sejak pengembangan cabang baru (side-tracking) pada 9 Oktober 2026.
Hasil pengeboran sampingan di sumur JNE#6 menghasilkan lonjakan signifikan dalam produksi gas, naik dari 10 MMSCFD menjadi 56 MMSCFD—lebih dari lima kali lipat dari angka sebelumnya. Capaian ini turut memperbesar cadangan gas awal (Gas In-Place/GIIP) sekitar 100 BCF. Selain itu, tambahan kapasitas dari Blok Maha diperkirakan mencapai 230 MMSCFD, sehingga total peningkatan produksi dari kedua proyek ini mencapai 290 MMSCFD. Dengan produksi eksisting sebelumnya sebesar 450 MMSCFD, total kapasitas produksi gas nasional diperkirakan mencapai 750 MMSCFD mulai 1 November 2026.
Peningkatan produksi ini menjadi kunci strategis dalam upaya menaikkan rata-rata angka lifting minyak nasional yang saat ini masih berada di sekitar 600 ribu barel per hari. Bahlil menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan kenaikan lifting hingga 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada periode 2029–2030. Ia menyoroti peran penting proyek Eni di Kalimantan sebagai salah satu pilar utama dalam pencapaian target nasional tersebut.
Investasi besar juga telah dikeluarkan untuk mendukung fasilitas produksi Lapangan Maha-South, mencapai sekitar US$891 juta. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada akhir Oktober 2026, menandai realisasi konsistensi komitmen sektor energi dalam menopang stabilitas pasokan energi nasional. Dengan peningkatan kapasitas produksi, Indonesia semakin dekat pada kemandirian energi yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

