Bahlil Tekankan Kelancaran Izin Perpanjangan Kilang Menengah
Menteri ESDM meminta percepatan penyelesaian izin perpanjangan operasional kilang menengah, termasuk Kilang LPG Gresik, dalam waktu maksimal satu minggu jika syarat terpenuhi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 108x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan perlunya percepatan proses perizinan bagi kilang minyak dan gas bumi skala menengah, khususnya terkait perpanjangan masa operasional. Ia meminta jajaran Kementerian ESDM dan SKK Migas tidak memperlambat atau menghambat permohonan yang telah memenuhi syarat teknis dan regulasi. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peresmian Kilang LPG Cilamaya, di Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (15/10), sebagai respons terhadap dinamika pengelolaan aset energi nasional.
Bahlil menyoroti pentingnya pemerataan perhatian antara perusahaan besar dan pelaku usaha menengah. Ia secara khusus meminta Kepala SKK Migas dan Direktur Jenderal Migas untuk memberikan prioritas yang seimbang, tanpa mengabaikan perusahaan yang berkontribusi signifikan terhadap pasokan energi nasional. “Jangan hanya fokus pada perusahaan besar. Yang menengah juga harus dilayani dengan serius dan cepat,” tegasnya, menekankan pentingnya efisiensi birokrasi dalam mendukung ketahanan energi.
Permohonan perpanjangan operasional Kilang LPG Gresik, yang dikelola PT Energi Nusantara Perkasa (ENP), menjadi fokus utama dalam arahan ini. Kilang tersebut dinilai sebagai salah satu penopang utama pasokan LPG nasional. Direktur Utama ENP, Sarjono, menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan kepastian melalui dukungan koordinasi dan penyelesaian evaluasi teknis secara transparan dan cepat. Ia menekankan bahwa kelancaran pasokan gas dan proses regulasi menjadi kunci keberlangsungan operasional kilang.
Bahlil menegaskan bahwa setiap permohonan yang telah memenuhi persyaratan harus selesai dalam waktu paling lama satu minggu, dengan tanda tangan akhir dari dirinya sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan investasi energi. Ia menyampaikan apresiasi atas kinerja PT ENP, yang dianggap telah menjalankan investasi secara serius dan berkontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional. Keputusan ini, menurutnya, harus dibarengi dengan tindakan nyata, bukan sekadar komunikasi tanpa hasil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

