Bajak Laut Dihadirkan di Sidang Korupsi Kuota Haji
Mantan staf PBNU yang akrab disapa Bajak Laut mengungkap penitipan uang US$406.000 untuk staf khusus Menteri Agama, yang kemudian disalurkan melalui sejumlah pihak dengan alasan pengembalian dan kepentingan politik.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 21.54 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dalam sidang dugaan korupsi kuota haji tambahan periode 2023–2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, saksi bernama Syaiful Bahri, yang akrab disapa Bahri atau Bajak Laut, mengungkap proses penerimaan uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat. Ia menyebutkan menerima sejumlah uang dari Asrul Azis Taba, yang juga merupakan komisaris PT Raudah Eksati Utama, melalui titipan di kantor di Mampang, Jakarta Selatan, pada Maret 2023.
Uang tersebut, menurut keterangan saksi, diperuntukkan bagi Ishfah Abidal Azis, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Alex, staf khusus mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Saat mengambil barang titipan, saksi menyadari isi koper berisi uang dalam jumlah besar setelah sebelumnya hanya mengira akan menerima barang-barang seperti surat keputusan atau oleh-oleh. Ia mengungkapkan bahwa jumlah yang ditemukan adalah sebesar US$406.000, yang langsung dilaporkan kepada Gus Alex namun belum diterima secara resmi.
Saksi menjelaskan bahwa uang tersebut kemudian digunakan untuk beberapa penyaluran. Sebesar US$60.000 diserahkan kepada Sandy yang mengaku mewakili Komite Nasional Peduli Rakyat Palestina, sementara US$45.000 dikembalikan kepada Ridwan sebagai pelunasan tagihan yang belum selesai. Sisa uang sebesar US$301.000 kemudian dipergunakan untuk pengembalian ke Erik, dengan bantuan tambahan US$100.000 dari Gus Alex, sehingga total uang yang dikembalikan ke Erik mencapai US$400.000.
Jaksa menegaskan bahwa dalam keterangan BAP, Gus Alex menyampaikan bahwa uang tersebut dimaksudkan untuk kepentingan Pansus Haji DPR. Namun, saksi mengaku tidak mengetahui secara pasti kaitan antara penyaluran dana tersebut dengan komisi tersebut. Ia menyatakan hanya menjalankan perintah tanpa memahami konteks politik atau tujuan akhir dari transaksi tersebut, dan menekankan bahwa ia hanya bertindak sebagai perantara sesuai arahan dari Gus Alex.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Aktivitas pengambilan gambar dan syuting di kawasan Gunung Bromo ditangguhkan sementara demi mencegah kebakaran lahan akibat musim kemarau ekstrem.
9 September 2026

Eks Ketua DPR Filipina Ditangkap Terkait Skandal Korupsi Rp2,1 Triliun
Mantan Ketua DPR Filipina, sepupu presiden, ditangkap karena dugaan korupsi proyek infrastruktur senilai 7,44 miliar peso (Rp2,1 triliun) selama periode 2022–2025.
9 September 2026

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Pabrik BYD Subang Beroperasi, Harga Mobil Listrik Tak Turun Langsung
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


