Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ban Usang, Ancaman Tersembunyi di Setiap Perjalanan

Ban kendaraan yang telah melewati masa pakai ideal berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan, meski tampak masih layak digunakan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 00.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Ban Usang, Ancaman Tersembunyi di Setiap Perjalanan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Setiap ban kendaraan memiliki batas usia maksimal yang direkomendasikan, yakni antara lima hingga enam tahun sejak produksi di pabrik. Meskipun secara visual terlihat utuh dan tak rusak, kualitas karet ban secara bertahap menurun seiring waktu, terutama akibat paparan sinar ultraviolet, suhu ekstrem, dan kondisi penyimpanan yang tidak tepat. Hal ini membuat struktur internal ban menjadi rapuh meski tidak terlihat dari luar.

Penting diketahui, ban yang jarang digunakan atau disimpan dalam waktu lama tetap mengalami proses penuaan material akibat oksidasi. Oleh sebab itu, tidak cukup hanya mengandalkan kondisi fisik luar untuk menilai kelayakan ban. Pengguna harus memperhatikan tanggal produksi yang tertera dalam kode DOT pada dinding ban. Dua digit pertama menunjukkan minggu pembuatan, sementara dua digit terakhir menunjukkan tahun produksi. Jika usia ban melebihi enam tahun, sebaiknya segera diganti meskipun belum menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Tanda-tanda fisik ban yang sudah mencapai masa kedaluwarsa antara lain munculnya retakan halus di dinding ban, tekstur yang terasa keras saat disentuh, warna yang memudar menjadi keabu-abuan, serta penipisan tread yang tidak merata. Selain itu, pengemudi juga bisa merasakan getaran tidak wajar pada setir atau performa kendaraan yang terasa kaku saat melintasi permukaan jalan. Semua gejala ini mengindikasikan berkurangnya elastisitas dan daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan.

Penggunaan ban yang sudah kedaluwarsa membawa risiko serius, termasuk ban meletus tiba-tiba saat berkendara cepat, terutama di jalan tol. Daya cengkeram yang menurun membuat kendaraan lebih rentan tergelincir di permukaan basah atau saat hujan. Selain itu, ban tidak optimal juga menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat karena mesin harus bekerja lebih keras. Bahkan, kerusakan pada ban usang bisa mempercepat kerusakan komponen lain seperti velg dan sistem suspensi.

Upaya pencegahan dimulai dari kebiasaan memeriksa tanggal produksi secara rutin dan mengenali tanda-tanda kerusakan dini. Penggantian ban secara berkala, terlepas dari kondisi tampilan, merupakan langkah penting dalam menjaga keselamatan berkendara. Dengan memperhatikan masa pakai ban, pengguna dapat memastikan kenyamanan dan keamanan selama perjalanan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya