Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bandara Changi Dikritik Turis soal Lantai Berkarpet, Respons Pakar Muncul

Seorang turis mengungkapkan ketidaknyamanan akibat lantai berkarpet di Bandara Changi, yang kemudian memicu perdebatan di media sosial, namun bandara tetap diakui sebagai yang terbaik dunia berdasarkan penghargaan Skytrax 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
Bandara Changi Dikritik Turis soal Lantai Berkarpet, Respons Pakar Muncul📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang wisatawan asing mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengalaman perjalanannya melalui Bandara Internasional Changi Singapura, menilai fasilitas lantai berkarpet sebagai penghambat utama dalam mobilitas penumpang. Dalam unggahan di media sosial pada 9 Oktober, ia menyebut bandara sebagai tempat yang "paling tidak kompeten" yang pernah dikunjunginya, menyoroti bagaimana karpet di lantai menyulitkan pergerakan, terutama saat membawa bagasi. Ia menyarankan penumpang untuk mempersiapkan waktu lebih awal demi menghindari ketegangan akibat proses yang dianggap rumit.

Unggahan tersebut langsung menyebar luas dan memicu reaksi beragam dari warganegara Singapura serta komunitas pengguna media sosial global. Sejumlah netizen menyatakan simpati terhadap pengalaman turis, sementara lainnya membela kebijakan desain lantai yang dinilai sebagai upaya menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman. Salah satu tokoh publik Singapura, KinMun Theodore Lee yang akrab disapa Mrbrown, ikut merespons pada 12 Oktober dengan menekankan alasan teknis di balik penggunaan karpet: meredam suara dari roda koper yang bergerak di area padat penumpang.

Ia menegaskan bahwa penggunaan karpet bukan sekadar pilihan estetika, melainkan bagian dari perencanaan akustik yang cermat. Lee juga menyarankan penumpang yang kesulitan untuk memanfaatkan troli gratis yang tersedia di seluruh area bandara. Respons ini mendapat dukungan dari banyak pengguna platform digital yang mengapresiasi suasana hening yang dihasilkan oleh lantai berkarpet, menjadikannya salah satu aspek yang membedakan Changi dari bandara lain.

Kritik terhadap lantai berkarpet bukan kali pertama muncul. Sebelumnya, pada bulan September tahun lalu, seorang pelancong pernah memicu perdebatan lewat unggahan di Xiaohongshu mengenai kebersihan dan tampilan karpet yang dinilai kurang praktis. Namun demikian, bandara yang dikenal dengan layanan premium dan inovasi berkelanjutan ini tetap kokoh di posisi teratas dunia. Dalam ajang World Airport Awards 2026 yang diselenggarakan Skytrax, Changi kembali meraih gelar sebagai bandara terbaik dunia, sebuah pencapaian yang telah diraih berulang kali selama satu dekade terakhir.

Meski dalam kategori Readers' Choice Awards 2026 yang melibatkan 800 ribu pembaca Condé Nast Traveller, posisi puncak sempat diambil alih oleh Bandara Istanbul, Changi tetap menjadi simbol keunggulan dalam penerbangan global. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi kritik dari sebagian pengguna, standar operasional, kenyamanan, dan inovasi yang diterapkan tetap menjadi acuan utama dalam penilaian internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya