Bandara Nashville Resmi Berganti Nama Jadi Dolly Parton
Bandara Internasional Nashville bakal berganti nama menjadi Bandara Dolly Parton sebagai bentuk penghormatan atas legasi musik dan kebaikan sang ikon.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah negara bagian Tennessee telah mengusulkan perubahan nama Bandara Internasional Nashville menjadi Bandara Dolly Parton, menyusul wafatnya penyanyi legendaris tersebut pada Selasa, 25 Agustus 2026. Usulan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Bill Lee pada Jumat, 28 Agustus, hanya beberapa hari setelah kabar duka tersebut. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan abadi Dolly Parton, yang dianggap sebagai simbol kebanggaan bagi seluruh warga Tennessee.
Dalam pernyataannya, Lee menegaskan bahwa tempat yang menjadi pintu masuk dunia bagi negara bagian harus mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh putri tercinta mereka. Ia menyebut bahwa Dolly Parton dikenal tidak hanya sebagai pelantun lagu populer, tetapi juga sebagai sosok yang penuh kemurahan hati, iman, dan kebaikan yang terus membawa dampak positif bagi masyarakat. Lee mengungkapkan bahwa diskusi telah dilakukan dengan perwakilan keluarga sang legenda, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyalurkan penghormatan yang layak.
Proses perubahan nama kini sedang dipelajari oleh Otoritas Bandara Nashville, yang meninjau kembali kebijakan penamaan bandara. Saat ini, aturan memperbolehkan penamaan berdasarkan tokoh yang telah meninggal setidaknya dua tahun sebelumnya. Pihak terkait akan membahas revisi kebijakan tersebut dalam rapat pada 17 September 2026, yang menjadi langkah krusial menuju pengesahan resmi.
Dolly Parton lahir dalam kondisi ekonomi sulit di kaki Pegunungan Great Smoky Mountains, namun mampu meraih popularitas global melalui karya musiknya seperti “Jolene” dan “I Will Always Love You”. Selain karier di bidang musik, ia juga dikenal sebagai aktor dan produser, dengan peran penting dalam film-film seperti “9 to 5” dan “Steel Magnolias”. Warisan karyanya terus menjadi inspirasi bagi generasi baru, baik di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Tragedi Geger Pecinan pada Oktober 1740 menewaskan belasan ribu warga Tionghoa di Batavia akibat kebijakan represif VOC dan eskalasi kekerasan setelah kepanikan memicu perlawanan.
25 Oktober 2026

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Operasi modifikasi cuaca dilakukan BMKG di Jakarta 21–25 Oktober 2026 dengan penaburan 4 ton garam, bertujuan menurunkan polusi udara melalui hujan buatan.
25 Oktober 2026

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Kementerian ESDM membuka program pengawal energi bagi lulusan S1 dan D4 dengan 108 posisi, menawarkan insentif hingga Rp6,5 juta per bulan dan fasilitas lengkap selama masa penugasan satu tahun.
25 Oktober 2026

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto membahas perkembangan program pendidikan dan pelatihan kepemimpinan bersama Gubernur URI di Hambalang, didampingi pejabat kementerian dan BPI.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.24 WITA

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.22 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

