Bandara Wanam Baru Siap Beroperasi 2029, Tunggu Penyelesaian Izin
Bandara Wanam Baru di Merauke ditargetkan beroperasi paling cepat pada 2029 setelah semua proses perizinan dan penyelesaian tanah ulayat selesai pada 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah menetapkan tahun 2029 sebagai target operasional Bandara Wanam Baru, yang berlokasi di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Target ini tergantung pada kelancaran penyelesaian administrasi perizinan lingkungan dan penyelesaian status tanah ulayat yang saat ini masih dalam proses. Direktur Jenderal Perhubungan Udara menyatakan bahwa meskipun pelaksana konstruksi telah ditentukan, pekerjaan fisik baru dapat dimulai setelah seluruh dokumen legalitas rampung.
Proses perizinan diharapkan tuntas pada September 2026, sehingga pembangunan awal dapat dimulai pada Oktober tahun yang sama. Pekerjaan awal akan dilaksanakan melalui kontrak tahun tunggal dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Tahap berikutnya, mulai 2027 hingga 2028, akan dilakukan dengan skema kontrak tahun jamak yang dijadwalkan melalui proses lelang multi-years contract.
Total anggaran yang dibutuhkan untuk keseluruhan proyek diperkirakan mencapai Rp2,2 triliun. Namun, realisasi waktu penyelesaian tetap bergantung pada ketersediaan anggaran dari APBN pada tahun-tahun berikutnya. Pihak Kemenhub menyampaikan bahwa jika anggaran tersedia secara optimal, proyek dapat dipercepat sesuai rencana.
Pengembangan Bandara Wanam Baru merupakan bagian dari strategi nasional mendukung Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional. Proyek ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang mendorong percepatan pembangunan kawasan strategis di Papua Selatan. Bandara ini akan menjadi salah satu dari dua lokasi pengembangan bandar udara prioritas di tahun 2027, bersama dengan Bandar Udara Mopah di Merauke.
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung, termasuk jalan sepanjang 58 kilometer dan pelabuhan yang sedang dalam tahap pembangunan. Di area Wanam, sekitar 10 ribu hektare lahan telah disiapkan untuk pertanian, dengan sekitar 1.200 hektare sudah ditanami padi dan diprediksi panen pada September hingga Oktober 2026. Tujuan utama pembangunan adalah memperkuat konektivitas logistik dan distribusi hasil pertanian dari wilayah timur Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


