Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet Tewaskan 586 Orang
Bencana banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal dan Tibet menewaskan 586 orang, dengan 2.478 lainnya masih hilang hingga Sabtu pagi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet terus meningkat, mencapai 586 jiwa hingga hari Sabtu (29/8) pagi. Data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Nepal menyebutkan 579 korban tewas, sementara wilayah Tibet melaporkan tujuh korban jiwa. Jumlah orang yang belum ditemukan mengalami lonjakan signifikan, dari 1.400 menjadi 2.478 dalam waktu kurang dari 24 jam, menunjukkan dampak luas bencana yang melanda kawasan pegunungan tersebut.
Tim pencarian dan pertolongan (SAR) dari wilayah Tibet telah menjangkau lokasi utama yang porak poranda akibat longsoran besar. Kondisi medan yang sulit dan akses terputus mempersulit upaya evakuasi, terutama di daerah terpencil yang terdampak parah. Pemerintah Nepal telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir susulan, menyerukan masyarakat untuk segera berpindah ke area yang lebih tinggi, menyusul laporan jebolnya sebuah bendungan di wilayah Tibet.
Sejumlah negara telah menawarkan bantuan kemanusiaan, termasuk Kanada yang siap menyalurkan bantuan senilai US$3,6 juta (sekitar Rp63,9 miliar), serta Uni Eropa yang menjanjikan dana sebesar US$2,3 juta (sekitar Rp40,8 miliar). Upaya bantuan ini mendesak mengingat diperkirakan hingga 93 ribu orang terdampak langsung oleh banjir bandang.
Awalnya, bencana dikaitkan dengan gempa bumi yang memicu longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola, namun analisis dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menegaskan tidak ada aktivitas gempa sebelum insiden terjadi. Video rekaman menunjukkan kepanikan warga yang berlarian mencari tempat aman saat air, lumpur, dan material batuan menghancurkan bangunan dan kendaraan dalam hitungan detik. Nepal, sebagai negara pegunungan, kembali menghadapi ancaman bencana alam musiman, terutama selama masa hujan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

