Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bank Jakarta Salurkan Rp48 Miliar untuk 167 Pedagang Kramat Jati

Bank Jakarta menyalurkan pembiayaan senilai Rp48 miliar kepada 167 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati melalui program KUR dan Non-KUR, mendukung pengembangan UMKM secara inklusif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 01.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bank Jakarta Salurkan Rp48 Miliar untuk 167 Pedagang Kramat Jati📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Jakarta resmi menyalurkan dana pembiayaan sebesar Rp48 miliar kepada 167 pelaku usaha mikro dan kecil di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dalam rangka memperluas akses modal kerja bagi pedagang lokal. Penyaluran dilakukan melalui program kredit usaha rakyat (KUR) dan Non-KUR, dengan plafon pinjaman mencapai maksimal Rp500 juta, tergantung kriteria dan jenis program. Kegiatan ini berlangsung dalam acara akad kredit massal yang dihadiri oleh pejabat tinggi, menandai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ekonomi kerakyatan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta menyatakan bahwa keberadaan dana tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran operasional usaha dan memperkuat ketahanan ekonomi pedagang di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Ia menekankan pentingnya kehadiran modal yang terjamin untuk menjaga keberlangsungan usaha, terutama di pasar yang menjadi pusat distribusi komoditas strategis. Dengan jumlah pedagang yang telah mendapatkan pembiayaan mencapai lebih dari 167 dari total lebih dari 5.000 pelaku usaha di lokasi tersebut, program ini dinilai sebagai langkah konkret dalam menjangkau UMKM secara luas.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Bank Jakarta menegaskan bahwa pendekatan permodalan tidak hanya soal penyaluran dana, tetapi juga tentang membangun kemitraan berkelanjutan. Pihaknya menawarkan fleksibilitas dalam mekanisme jaminan, di mana pedagang yang mengakses program Non-KUR bisa menggunakan lapak dagangan sebagai agunan. Sementara program KUR tidak mensyaratkan jaminan, dengan plafon hingga Rp100 juta dan suku bunga sekitar 10 persen per tahun, menunjukkan komitmen bank dalam mempermudah akses keuangan formal.

Agus H. Widodo menegaskan bahwa keberhasilan program diukur bukan dari jumlah kredit yang disalurkan, melainkan dari dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha, kenaikan omzet, dan penciptaan lapangan kerja. Ia menyebut bahwa dialog berkelanjutan antara bank dan pedagang akan menjadi fondasi utama dalam memastikan pengelolaan keuangan yang sehat. Dengan dukungan dari Perumda Pasar Jaya, program ini diharapkan dapat menjadi model yang bisa diterapkan di pasar-pasar lain di wilayah Jakarta.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya