Bank Mandiri Jaga Kesehatan Neraca di Tengah Pertumbuhan Kredit
Pertumbuhan aset dan kredit Bank Mandiri terus tumbuh sehat hingga Agustus 2026, didukung likuiditas kuat dan manajemen risiko disiplin.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 17.59 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 84x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Hingga akhir Agustus 2026, aset Bank Mandiri yang dihitung secara bank only mencapai Rp2.359 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 20,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit sebesar Rp1.592 triliun, naik 17,6 persen secara tahunan. Penyaluran kredit dilakukan secara selektif, menekankan kualitas pembiayaan dan konsistensi dalam pengelolaan risiko, baik untuk segmen usaha besar maupun konsumen.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.687 triliun, tumbuh 17,6 persen YoY—melampaui rata-rata pertumbuhan industri yang sebesar 13,7 persen. Pertumbuhan ini mencerminkan struktur pendanaan yang sehat dan efisien, mendukung kebutuhan transaksi nasabah serta kelancaran penyaluran pembiayaan. Peningkatan DPK juga didukung oleh perluasan basis nasabah dan akuisisi dana melalui ekosistem digital yang terus diperkuat.
Aplikasi Livin' by Mandiri telah digunakan oleh sekitar 42,2 juta pengguna, meningkat 23,4 persen dari tahun sebelumnya, dengan frekuensi transaksi mencapai 3,32 miliar kali. Sementara itu, Kopra by Mandiri melayani 385,3 ribu pengguna aktif, tumbuh 31,9 persen YoY, dengan volume transaksi mencapai 1,05 miliar. Kedua platform tersebut menjadi sarana utama bagi nasabah untuk mengakses layanan perbankan secara digital, sekaligus mendukung aktivitas keuangan dan usaha.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa kesehatan neraca bukan hanya diukur dari laju pertumbuhan, tetapi juga dari kesiapan likuiditas dalam berbagai kondisi pasar. Bank terus melakukan pemantauan arus dana harian, uji tekanan (stress test) berkala, serta menyiapkan buffer likuiditas yang memadai. Komitmen ini menjadikan bank tetap siap melayani nasabah dan mendukung kegiatan ekonomi secara optimal.
Laba bersih Bank Mandiri hingga Agustus 2026 tercatat sebesar Rp37,5 triliun, tumbuh 22,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menjadi bukti keseimbangan antara ekspansi dan kehati-hatian. Ke depan, bank akan terus menjaga kesehatan neraca, kecukupan likuiditas, serta prinsip kehati-hatian, sekaligus memperluas ekosistem digital untuk menyediakan layanan yang andal, mudah diakses, dan selaras dengan kebutuhan nasabah dan pelaku usaha.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

