Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bank Mandiri Jaga Kesehatan Neraca di Tengah Pertumbuhan Kredit

Pertumbuhan aset dan kredit Bank Mandiri terus tumbuh sehat hingga Agustus 2026, didukung likuiditas kuat dan manajemen risiko disiplin.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 17.59 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 84x dibuka
Bank Mandiri Jaga Kesehatan Neraca di Tengah Pertumbuhan Kredit📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Hingga akhir Agustus 2026, aset Bank Mandiri yang dihitung secara bank only mencapai Rp2.359 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 20,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit sebesar Rp1.592 triliun, naik 17,6 persen secara tahunan. Penyaluran kredit dilakukan secara selektif, menekankan kualitas pembiayaan dan konsistensi dalam pengelolaan risiko, baik untuk segmen usaha besar maupun konsumen.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.687 triliun, tumbuh 17,6 persen YoY—melampaui rata-rata pertumbuhan industri yang sebesar 13,7 persen. Pertumbuhan ini mencerminkan struktur pendanaan yang sehat dan efisien, mendukung kebutuhan transaksi nasabah serta kelancaran penyaluran pembiayaan. Peningkatan DPK juga didukung oleh perluasan basis nasabah dan akuisisi dana melalui ekosistem digital yang terus diperkuat.

Aplikasi Livin' by Mandiri telah digunakan oleh sekitar 42,2 juta pengguna, meningkat 23,4 persen dari tahun sebelumnya, dengan frekuensi transaksi mencapai 3,32 miliar kali. Sementara itu, Kopra by Mandiri melayani 385,3 ribu pengguna aktif, tumbuh 31,9 persen YoY, dengan volume transaksi mencapai 1,05 miliar. Kedua platform tersebut menjadi sarana utama bagi nasabah untuk mengakses layanan perbankan secara digital, sekaligus mendukung aktivitas keuangan dan usaha.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa kesehatan neraca bukan hanya diukur dari laju pertumbuhan, tetapi juga dari kesiapan likuiditas dalam berbagai kondisi pasar. Bank terus melakukan pemantauan arus dana harian, uji tekanan (stress test) berkala, serta menyiapkan buffer likuiditas yang memadai. Komitmen ini menjadikan bank tetap siap melayani nasabah dan mendukung kegiatan ekonomi secara optimal.

Laba bersih Bank Mandiri hingga Agustus 2026 tercatat sebesar Rp37,5 triliun, tumbuh 22,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menjadi bukti keseimbangan antara ekspansi dan kehati-hatian. Ke depan, bank akan terus menjaga kesehatan neraca, kecukupan likuiditas, serta prinsip kehati-hatian, sekaligus memperluas ekosistem digital untuk menyediakan layanan yang andal, mudah diakses, dan selaras dengan kebutuhan nasabah dan pelaku usaha.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya