Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Barclays PHK 5.000 Karyawan Akibat Modernisasi dan AI

Bank Inggris Barclays akan memangkas 5.000 posisi karyawan sebagai bagian dari transformasi digital yang melibatkan penerapan kecerdasan buatan dalam operasional bisnis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 21x dibuka
Barclays PHK 5.000 Karyawan Akibat Modernisasi dan AI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Barclays, bank asal Inggris, memutuskan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 5.000 karyawan dalam kerangka program modernisasi menyeluruh yang sedang berjalan. Sebanyak 1.000 posisi telah dihentikan sejak awal tahun, dengan estimasi 4.000 lainnya akan dikurangi hingga akhir tahun ini. Jumlah ini setara dengan sekitar lima persen dari total tenaga kerja global perusahaan. Pemangkasan ini paling besar terjadi pada divisi perbankan ritel di Inggris, meski sebagian besar fungsi pendukung untuk wilayah tersebut dijalankan dari India, sehingga dampak PHK lebih signifikan di negara tersebut.

Penerapan kecerdasan buatan menjadi salah satu pilar strategi transformasi, namun tidak menjadi satu-satunya penyebab pengurangan tenaga kerja. CEO Barclays Group, CS Venkatakrishnan, menegaskan bahwa AI adalah bagian dari upaya menyederhanakan operasional dan meningkatkan efisiensi, bukan faktor tunggal. Ia menyebut AI sebagai “lapisan gula di atas kue”, yang hanya bermanfaat jika didukung infrastruktur teknologi yang kuat dan matang. Investasi besar dalam teknologi menjadi kunci untuk menopang perubahan tersebut.

Sebanyak 60 persen dari posisi yang terdampak berasal dari fungsi pendukung, termasuk tim pengembang perangkat lunak. Langkah ini menambah kekhawatiran terhadap dampak otomatisasi terhadap lapangan kerja di sektor perbankan global. Bank lain seperti HSBC, Standard Chartered, dan Danske Bank juga telah mengumumkan rencana serupa. Analis AJ Bell, Russ Mould, menyoroti bahwa meski AI menjadi fokus, penerapannya masih terbatas karena pertimbangan keamanan dan kualitas layanan pelanggan. Namun, pengendalian biaya operasional tetap menjadi prioritas utama bagi perusahaan.

Serikat pekerja Unite menilai bahwa Barclays menggunakan AI sebagai alasan untuk memangkas tenaga kerja tanpa memperhatikan pengembangan kapasitas karyawan. Sharon Graham, sekretaris jenderal Unite, menekankan perlunya fokus pada pelatihan dan peningkatan keterampilan agar pekerja bisa beradaptasi dengan perubahan teknologi. Ia mengkritik pendekatan Barclays yang dianggap reaktif dan jangka pendek. Pemangkasan ini terjadi di tengah akhir program penghematan biaya tiga tahun yang menekankan efisiensi di perbankan ritel dan divisi investment banking.

Kinerja keuangan Barclays pada tiga bulan hingga September mencatat laba 2,3 miliar pound sterling (sekitar Rp55,61 triliun), lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya, namun masih di bawah ekspektasi pasar. Analis Quilter Cheviot, Will Howlett, menilai pengurangan tenaga kerja mencerminkan potensi besar AI dan otomatisasi dalam mengubah industri perbankan ke depan. Ia menekankan bahwa investasi teknologi yang lama kini mulai menunjukkan hasil dalam pengurangan kebutuhan tenaga kerja. Barclays memperkirakan efisiensi dari langkah ini akan menghasilkan penghematan tambahan sebesar 1,1 miliar pound sterling (sekitar Rp26,6 triliun) pada 2027.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya