Barclays PHK 5.000 Karyawan Akibat Modernisasi dan AI
Bank Inggris Barclays akan memangkas 5.000 posisi karyawan sebagai bagian dari transformasi digital yang melibatkan penerapan kecerdasan buatan dalam operasional bisnis.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 21x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Barclays, bank asal Inggris, memutuskan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 5.000 karyawan dalam kerangka program modernisasi menyeluruh yang sedang berjalan. Sebanyak 1.000 posisi telah dihentikan sejak awal tahun, dengan estimasi 4.000 lainnya akan dikurangi hingga akhir tahun ini. Jumlah ini setara dengan sekitar lima persen dari total tenaga kerja global perusahaan. Pemangkasan ini paling besar terjadi pada divisi perbankan ritel di Inggris, meski sebagian besar fungsi pendukung untuk wilayah tersebut dijalankan dari India, sehingga dampak PHK lebih signifikan di negara tersebut.
Penerapan kecerdasan buatan menjadi salah satu pilar strategi transformasi, namun tidak menjadi satu-satunya penyebab pengurangan tenaga kerja. CEO Barclays Group, CS Venkatakrishnan, menegaskan bahwa AI adalah bagian dari upaya menyederhanakan operasional dan meningkatkan efisiensi, bukan faktor tunggal. Ia menyebut AI sebagai “lapisan gula di atas kue”, yang hanya bermanfaat jika didukung infrastruktur teknologi yang kuat dan matang. Investasi besar dalam teknologi menjadi kunci untuk menopang perubahan tersebut.
Sebanyak 60 persen dari posisi yang terdampak berasal dari fungsi pendukung, termasuk tim pengembang perangkat lunak. Langkah ini menambah kekhawatiran terhadap dampak otomatisasi terhadap lapangan kerja di sektor perbankan global. Bank lain seperti HSBC, Standard Chartered, dan Danske Bank juga telah mengumumkan rencana serupa. Analis AJ Bell, Russ Mould, menyoroti bahwa meski AI menjadi fokus, penerapannya masih terbatas karena pertimbangan keamanan dan kualitas layanan pelanggan. Namun, pengendalian biaya operasional tetap menjadi prioritas utama bagi perusahaan.
Serikat pekerja Unite menilai bahwa Barclays menggunakan AI sebagai alasan untuk memangkas tenaga kerja tanpa memperhatikan pengembangan kapasitas karyawan. Sharon Graham, sekretaris jenderal Unite, menekankan perlunya fokus pada pelatihan dan peningkatan keterampilan agar pekerja bisa beradaptasi dengan perubahan teknologi. Ia mengkritik pendekatan Barclays yang dianggap reaktif dan jangka pendek. Pemangkasan ini terjadi di tengah akhir program penghematan biaya tiga tahun yang menekankan efisiensi di perbankan ritel dan divisi investment banking.
Kinerja keuangan Barclays pada tiga bulan hingga September mencatat laba 2,3 miliar pound sterling (sekitar Rp55,61 triliun), lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya, namun masih di bawah ekspektasi pasar. Analis Quilter Cheviot, Will Howlett, menilai pengurangan tenaga kerja mencerminkan potensi besar AI dan otomatisasi dalam mengubah industri perbankan ke depan. Ia menekankan bahwa investasi teknologi yang lama kini mulai menunjukkan hasil dalam pengurangan kebutuhan tenaga kerja. Barclays memperkirakan efisiensi dari langkah ini akan menghasilkan penghematan tambahan sebesar 1,1 miliar pound sterling (sekitar Rp26,6 triliun) pada 2027.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

