Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Batam, Karimun, Bintan Dijadikan Pusat Data Berkelanjutan

Pemerintah mempercepat pengembangan kawasan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai pusat data nasional dengan memanfaatkan sumber daya alam dan energi terbarukan secara optimal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.15 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 83x dibuka
Batam, Karimun, Bintan Dijadikan Pusat Data Berkelanjutan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperkuat arahan strategis untuk menjadikan kawasan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai pusat data utama di Indonesia. Langkah ini dilandasi pertimbangan ketersediaan air melimpah, tingkat kepadatan penduduk yang relatif rendah dibandingkan wilayah perkotaan besar, serta potensi besar dalam pengembangan energi hijau. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menegaskan bahwa fasilitas data center modern membutuhkan pasokan listrik stabil dan air dalam jumlah besar untuk pendinginan sistem, sehingga lokasi yang memiliki keunggulan sumber daya alam menjadi pilihan prioritas.

Dalam forum Bali Tech Week 2026, pejabat tinggi menyoroti tren global yang mulai membatasi ekspansi pusat data di negara-negara dengan tekanan sumber daya tinggi. Indonesia, menurutnya, memiliki kesempatan emas untuk memposisikan diri sebagai pusat data berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi alam dan kebijakan energi terbarukan. Ia menekankan bahwa investasi teknologi tinggi harus sejalan dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial lokal.

Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt dalam periode 2025–2034, di mana sekitar 70 persen berasal dari energi baru terbarukan. Selain itu, rencana pengembangan pusat data diperkirakan akan menyerap tambahan 20 gigawatt listrik—setara dengan sekitar 20 persen dari kapasitas listrik saat ini. Untuk itu, koordinasi antara rencana pengembangan infrastruktur energi dan lokasi investasi menjadi kunci agar tidak terjadi ketidakseimbangan pasokan.

Kementerian juga mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha nasional dan daerah agar manfaat ekonomi dari proyek ini benar-benar dirasakan masyarakat sekitar. Dengan adanya kewajiban pembangunan instalasi air mandiri bagi pengembang, serta perencanaan energi yang matang, diharapkan pusat data di kawasan tersebut tidak hanya menarik investor global, tetapi juga menjadi pilar transformasi digital berkelanjutan bagi Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya