Bauran EBT Nasional Capai 17,3% di Semester I-2026
Pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia mencapai 17,3% hingga paruh pertama 2026, didorong dominasi biodiesel dan kontribusi bertahap dari berbagai sumber energi hijau.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 18.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam komposisi energi primer nasional telah mencapai 17,3% pada semester pertama tahun 2026, menurut laporan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Capaian ini menjadi indikator penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi, dengan porsi terbesar berasal dari bioenergi, khususnya biodiesel FAME yang menjadi bagian dari kebijakan bauran BBM.
Dalam rinciannya, sektor non-kelistrikan menyumbang 5,01% dari total bauran EBT melalui penggunaan biodiesel, diikuti oleh biomassa sebesar 2,82%. Sementara di sektor kelistrikan, pembangkit listrik berbasis bioenergi menyumbang 4,19%, disusul tenaga air (PLTA) dengan kontribusi 2,69%, panas bumi (PLTP) 1,84%, tenaga surya (PLTS) 0,51%, dan tenaga angin (PLTB) masih berada di angka minimal, 0,06%.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM menegaskan bahwa pemanfaatan energi berbasis bio menjadi pilar utama dalam transformasi energi nasional. Ia menyoroti pencapaian B50 yang diluncurkan pada Juli 2026 sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor solar dan memperkuat basis energi dalam negeri. Tujuan jangka panjang tetap utuh, yaitu mencapai porsi EBT sebesar 30% pada tahun 2034.
Meski terjadi peningkatan kapasitas terpasang EBT dari 12 GW pada 2021 menjadi 16,32 GW hingga 2026, laju pertumbuhan masih dinilai belum sesuai target yang ditetapkan dalam Rencana Strategis Dewan Energi Nasional. Oleh karena itu, diperlukan percepatan investasi dan sinergi optimal antara sektor publik dan swasta untuk mendorong akselerasi transformasi energi secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Ekonomi, Pemerintah Diminta Segera Respons
Erupsi Anak Krakatau picu gangguan transportasi hingga 2.961 penerbangan dibatalkan, berdampak pada pariwisata, logistik, dan pendapatan masyarakat, perlu respons terkoordinasi dari pemerintah.
9 September 2026

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


