Bawaslu Siapkan Pengawasan AI Jelang Pemilu 2029
Bawaslu RI meningkatkan kapasitas jajaran pengawas dalam memahami kecerdasan buatan guna mencegah penyalahgunaan teknologi seperti deepfake dalam Pemilu 2029.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI kini memperkuat kapasitas internal melalui pelatihan terkait kecerdasan buatan (AI) sebagai antisipasi terhadap potensi penyalahgunaan teknologi dalam konteks pemilu. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis, dengan fokus pada pemahaman dasar tentang AI, mekanisme kerjanya, serta cara memanfaatkannya secara efektif dalam pengawasan pemilu.
Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty menegaskan bahwa penyebaran informasi palsu melalui teknik deepfake kian mengancam integritas proses demokrasi. Dengan meluasnya penggunaan AI di masyarakat, risiko penyebaran disinformasi secara masif pada masa kampanye Pemilu 2029 menjadi semakin tinggi. Oleh karena itu, Bawaslu berupaya membangun fondasi kesiapan teknis dan hukum untuk menghadapinya.
Dalam diskusi bertema "Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun", Ketua Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) Achmad Satryo Yudhantoko memaparkan bahwa potensi penyebaran konten manipulatif berbasis AI akan menjadi ancaman utama pada pemilu mendatang. Ia menyoroti risiko polarisasi sosial dan ekosistem informasi yang terfragmentasi akibat echo chamber, yang dapat dimanfaatkan untuk memengaruhi opini publik.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bawaslu mengusulkan perlunya regulasi yang memberikan kewenangan khusus dalam mengawasi penggunaan AI di ranah politik. Ia optimistis, lembaga legislatif akan menyadari urgensi ini dan segera merancang kerangka hukum yang memungkinkan Bawaslu bertindak secara proaktif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Bawaslu untuk menjaga netralitas dan keadilan pemilu di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Dengan persiapan dini, lembaga pengawas berharap dapat mengantisipasi ancaman digital sebelum muncul secara luas, menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Menteri Perindustrian soroti potensi kendaraan Range Extended Electric Vehicle yang mampu menempuh 65 km per liter BBM dan menjangkau 1.600 km dengan pengisian penuh.
24 Oktober 2026

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

