BCA Bantah Isu Akuisisi Saham oleh Haji Isam
BCA membantah tegas kabar di media sosial soal rencana akuisisi saham oleh Haji Isam, menegaskan informasi tersebut tidak benar dan tetap beroperasi sesuai regulasi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 21.29 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Perusahaan perbankan nasional PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara tegas membantah kabar yang beredar di media sosial terkait rencana akuisisi saham oleh Andi Syamsuddin Arsyad, atau dikenal sebagai Haji Isam. Pernyataan ini disampaikan melalui juru bicara perusahaan yang menegaskan bahwa tidak ada rencana aksi korporasi apa pun yang melibatkan perubahan kepemilikan saham BCA. Perusahaan menekankan pentingnya mengandalkan sumber informasi resmi untuk menghindari kesalahpahaman.
Dalam keterangan resmi, BCA menegaskan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian, integritas, dan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku. Kepemilikan saham BCA saat ini didominasi oleh PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) dengan porsi 54,94 persen atau setara 67,73 miliar saham. Sisanya, sebanyak 44,64 persen, merupakan milik masyarakat, terdiri atas 2,51 persen saham warkat dan 42,13 persen saham nonwarkat.
Perubahan struktur kepemilikan terakhir terjadi setelah meninggalnya Bambang Hartono, yang sebelumnya bersama Robert Budi Hartono menjadi pemegang saham pengendali PT DIA. Setelah kejadian tersebut, Robert Budi Hartono secara resmi menjadi pemegang saham pengendali terakhir BCA dengan proporsi kepemilikan di PT DIA tetap sebesar 51 persen. Perubahan ini telah disampaikan melalui keterbukaan informasi perusahaan pada 31 Juli 2026.
Meski sempat diberitakan bahwa Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan pemilik saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), hal tersebut tidak memiliki kaitan dengan BCA. Perjanjian tersebut berlangsung pada 16 September 2026 dan menyangkut rencana akuisisi 30 persen saham BYAN, yang tidak menyentuh struktur kepemilikan BCA.
BCA mengimbau seluruh nasabah dan publik untuk tetap waspada terhadap informasi yang tidak berasal dari sumber resmi. Perusahaan menegaskan komitmen terhadap transparansi dan kredibilitas, serta menekankan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan saham yang berdampak pada operasional perusahaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
AirNav Indonesia memulai revitalisasi Pasar Ngasem sebagai bagian dari program sosial dan peringatan HUT ke-14, fokus pada penataan lingkungan, peningkatan fasilitas, serta pelestarian budaya lokal.
26 September 2026

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
KAI meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan dengan tarif terjangkau dan kapasitas tinggi, diharapkan bisa mendapatkan subsidi PSO untuk menurunkan biaya perjalanan.
26 September 2026

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
JARR menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam rencana akuisisi BYAN oleh entitas afiliasi, meski sama-sama di bawah kendali Haji Isam, dan menjamin operasional serta keuangan tetap independen.
26 September 2026

Asing Borong 10 Saham Unggulan Saat IHSG Melonjak
Investor asing melakukan pembelian bersih signifikan di 10 saham utama saat Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 1,56% pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
26 September 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Alokasikan Rp3,29 Triliun untuk Dukung Proyek Tol 2027
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Avanza Dominasi Pasar Mobil di Jateng-DIY, Elektrifikasi Melonjak
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Rampung, Siap Operasional
Sabtu, 26 September 2026, 23.19 WITA

Malam Minggu di IKN Tampilkan Kehidupan Kota Modern
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

Nusantara Explorer Siap Beroperasi, Tawarkan Pengalaman Perjalanan Premium
Sabtu, 26 September 2026, 23.18 WITA

IHSG Naik 1,56%, Sektor Dasar Tumbuh Dipimpin BBCA dan DSSA
Sabtu, 26 September 2026, 23.17 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.835 di Awal Perdagangan
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

NexAI Raih Kredit Rp10,75 Triliun untuk Perluas Pusat Data
Sabtu, 26 September 2026, 23.16 WITA

