Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BCA Bantah Isu Akuisisi Saham oleh Haji Isam

BCA membantah tegas kabar di media sosial soal rencana akuisisi saham oleh Haji Isam, menegaskan informasi tersebut tidak benar dan tetap beroperasi sesuai regulasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 21.29 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
BCA Bantah Isu Akuisisi Saham oleh Haji Isam📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan perbankan nasional PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara tegas membantah kabar yang beredar di media sosial terkait rencana akuisisi saham oleh Andi Syamsuddin Arsyad, atau dikenal sebagai Haji Isam. Pernyataan ini disampaikan melalui juru bicara perusahaan yang menegaskan bahwa tidak ada rencana aksi korporasi apa pun yang melibatkan perubahan kepemilikan saham BCA. Perusahaan menekankan pentingnya mengandalkan sumber informasi resmi untuk menghindari kesalahpahaman.

Dalam keterangan resmi, BCA menegaskan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian, integritas, dan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku. Kepemilikan saham BCA saat ini didominasi oleh PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) dengan porsi 54,94 persen atau setara 67,73 miliar saham. Sisanya, sebanyak 44,64 persen, merupakan milik masyarakat, terdiri atas 2,51 persen saham warkat dan 42,13 persen saham nonwarkat.

Perubahan struktur kepemilikan terakhir terjadi setelah meninggalnya Bambang Hartono, yang sebelumnya bersama Robert Budi Hartono menjadi pemegang saham pengendali PT DIA. Setelah kejadian tersebut, Robert Budi Hartono secara resmi menjadi pemegang saham pengendali terakhir BCA dengan proporsi kepemilikan di PT DIA tetap sebesar 51 persen. Perubahan ini telah disampaikan melalui keterbukaan informasi perusahaan pada 31 Juli 2026.

Meski sempat diberitakan bahwa Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan pemilik saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), hal tersebut tidak memiliki kaitan dengan BCA. Perjanjian tersebut berlangsung pada 16 September 2026 dan menyangkut rencana akuisisi 30 persen saham BYAN, yang tidak menyentuh struktur kepemilikan BCA.

BCA mengimbau seluruh nasabah dan publik untuk tetap waspada terhadap informasi yang tidak berasal dari sumber resmi. Perusahaan menegaskan komitmen terhadap transparansi dan kredibilitas, serta menekankan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan saham yang berdampak pada operasional perusahaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya