BEI Perpanjang Suspensi Saham WIKA Akibat Tunda Pembayaran Obligasi dan Sukuk
Bursa Efek Indonesia memperpanjang suspensi perdagangan saham WIKA karena emiten BUMN tersebut gagal membayar pokok dan bunga obligasi serta pendapatan bagi hasil sukuk pada 8 September 2026.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.31 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi memutuskan melanjutkan penghentian sementara perdagangan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) di seluruh pasar hingga ada pengumuman lebih lanjut. Keputusan ini berdasarkan surat resmi nomor Peng-SPT-00018/BEI.PP2/09-2026 yang dikeluarkan pada 8 September 2026, menindaklanjuti ketidakmampuan perusahaan untuk menunaikan kewajiban keuangan yang telah jatuh tempo.
Perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi dan infrastruktur tersebut gagal membayar sejumlah pokok dan pendapatan bagi hasil dari obligasi dan sukuk yang diterbitkan. Diantaranya adalah pembayaran pokok Seri B Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 (WIKA02BCN1) dan Seri B Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 (SMWIKA02BCN1). Selain itu, bunga ke-20 untuk Seri B dan Seri C obligasi, serta pendapatan bagi hasil ke-20 untuk Seri B dan Seri C sukuk juga belum diselesaikan.
BEI menilai penundaan pembayaran tersebut mencerminkan adanya tantangan serius terhadap kelangsungan operasional WIKA. Meski perusahaan telah mengajukan rencana restrukturisasi, belum ada bukti konkret bahwa kewajiban finansial akan dipenuhi dalam waktu dekat. Keputusan suspensi merupakan langkah protektif untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi kepentingan investor.
Saham WIKA yang sebelumnya terus terpantau dalam kondisi terparkir di level Rp204 per saham, kini mengalami penundaan perdagangan berkepanjangan. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan tercatat sebesar Rp8,13 triliun, menunjukkan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan dan persepsi pasar terhadap kredibilitas emiten BUMN tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


