Belanda Pindahkan 86 Ton Emas ke London untuk Jaga Stabilitas
Bank sentral Belanda memindahkan 86 ton emas dari AS dan Kanada ke London demi memperkuat kesiapan menghadapi krisis global yang dipicu ketegangan geopolitik.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 09.18 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank sentral Belanda (DNB) telah menyelesaikan proses pemindahan cadangan emas seberat 86 ton dari fasilitas penyimpanan di Amerika Serikat dan Kanada ke London, Inggris. Operasi ini berlangsung selama periode Maret hingga Agustus, dengan tujuan utama memperkuat posisi strategis dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang meningkat. Pemindahan dilakukan secara bertahap melalui dua metode: transportasi fisik untuk sebagian besar emas batangan dan transaksi pasar untuk sisanya.
Sebanyak 27 ton emas batangan dipindahkan secara langsung dari New York dan Ottawa ke fasilitas DNB di Zeist, Belanda, sebelum dikirim ke London. Emas tersebut tidak perlu diproses ulang karena kualitas dan standar yang sesuai dengan standar internasional memungkinkan penyerahan langsung. Sementara itu, sisanya dipindahkan melalui mekanisme jual-beli di pasar global, dengan penjualan emas di AS dan pembelian setara di London, sehingga mengurangi risiko logistik yang kompleks.
DNB menegaskan bahwa keputusan ini didorong oleh meningkatnya kerusuhan geopolitik yang memengaruhi stabilitas perdagangan internasional. Meski tidak merinci ancaman spesifik, pihak bank menilai emas yang disimpan di London lebih mudah diakses dan diperdagangkan saat terjadi krisis dibandingkan cadangan di AS atau Kanada. Sebelum relokasi, sekitar 31,3% cadangan emas DNB berada di New York dan 19,7% di Ottawa, yang kini turun menjadi masing-masing 18,5%.
Setelah pemindahan, porsi emas di London naik signifikan dari 18,1% menjadi 32,1%, sementara cadangan tetap tersimpan di Belanda sebesar 30,8%. Total cadangan emas DNB pada akhir 2025 mencapai 612,4 ton, bernilai sekitar €72,2 miliar. Langkah ini menunjukkan komitmen Belanda untuk memastikan likuiditas dan keamanan aset strategis di tengah dinamika global yang tak terduga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Beras Perpanjangan Dukungan Daya Beli di Tengah Perlambatan Konsumsi
Pemerintah perpanjang bantuan beras hingga Desember 2026 untuk jaga daya beli rumah tangga berpendapatan rendah di tengah melambatnya pertumbuhan penjualan eceran.
21 September 2026

New York Siap Bantu Jakarta Rancang Obligasi Daerah
Wali Kota New York menawarkan dukungan teknis melalui tim keuangan untuk mendukung penerbitan obligasi daerah oleh Pemprov DKI Jakarta.
21 September 2026

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Beragam Per Jenama
Harga emas di Pegadaian pada Senin menunjukkan variasi antarjenama, dengan Antam paling tinggi per gram, disusul UBS dan Galeri24.
21 September 2026

Menkeu Tekankan Penguatan Sistem Perpajakan dan Pengawasan Berbasis Risiko
Menteri Keuangan meminta pejabat DJP dan DJBC memperkuat pengawasan berbasis risiko serta mampu membaca dinamika ekonomi untuk capai target penerimaan negara secara berkelanjutan.
21 September 2026
Berita Lainnya

Pramono Paparkan Strategi Transportasi Gratis Hadapi Kemacetan Jakarta
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Penutupan Sementara GKPI Rajeg Usai Keributan Viral
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

8 Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Divonis di PN Jakpus
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sembako di Sleman
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

Musik Serial Harry Potter Dibuat Orisinal, Jauh dari Jejak John Williams
Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA

Baznas Perkuat Pengelolaan Zakat di 48 K/L
Senin, 21 September 2026, 12.26 WITA

