Belanda Pindahkan Cadangan Emas ke London untuk Kesiapsiagaan Krisis
Bank sentral Belanda memindahkan 86 ton emas dari Amerika Serikat dan Kanada ke London sebagai respons terhadap ketegangan geopolitik dan ketidakstabilan ekonomi global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Bank Sentral Belanda (DNB) mengonfirmasi telah melakukan relokasi besar-besaran cadangan emas senilai miliaran euro dari wilayah Amerika Utara ke Inggris. Operasi ini berlangsung antara Maret hingga Agustus, melibatkan pemindahan fisik sebanyak 27 ton emas batangan dari New York dan Ottawa ke Zeist, Belanda, sebelum dilanjutkan ke London. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko krisis ekonomi dan politik global yang terus meningkat.
Pemindahan emas tersebut dilakukan melalui kombinasi mekanisme jual beli dan transportasi fisik, dengan sebagian emas dijual di New York lalu dibeli kembali di London tanpa perlu dilebur ulang. DNB menegaskan bahwa pendekatan ini memungkinkan distribusi risiko yang lebih terkontrol, terutama dalam konteks pergerakan logam mulia dalam jumlah besar melintasi Samudra Atlantik. Otoritas tidak mengungkapkan rincian operasional pengangkutan, namun menekankan bahwa tujuan utamanya adalah memastikan akses cepat dan fleksibel terhadap cadangan emas dalam kondisi darurat.
DNB menyatakan bahwa emas yang kini disimpan di Bank of England dinilai sebagai aset paling likuid dan mudah diperdagangkan di pasar global. Posisi ini dianggap lebih strategis dibandingkan penyimpanan di AS atau Kanada, terutama mengingat ketegangan perdagangan yang masih berlangsung antara kedua negara dengan Amerika Serikat. Tindakan proteksionis AS, termasuk kenaikan tarif hingga 50% terhadap produk utama Kanada seperti baja, aluminium, kayu, dan otomotif, turut menjadi pertimbangan.
Sebelum pemindahan, Belanda menyimpan 31,3% cadangan emasnya di New York dan 19,7% di Ottawa. Setelah relokasi, proporsi tersebut turun menjadi 18,5% masing-masing. Sementara itu, bagian emas yang disimpan di London naik dari 18,1% menjadi 32,1%, sementara 30,8% tetap berada di dalam negeri. Total cadangan emas Belanda pada akhir 2025 mencapai 612,4 ton, bernilai sekitar €72,2 miliar. Presiden DNB, Olaf Sleijpen, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Aparatur Sipil Negara yang belum lunasi pajak kendaraan bermotor bakal menghadapi pemotongan Tunjangan Perbaikan Posisi (TPP) sebagai bentuk teguran dan penguatan kepatuhan fiskal.
9 September 2026

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA


