Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Beruang Kutub Mengintai dari Bawah Lubang Anjing Laut

Foto beruang kutub yang mengintai dari bawah lubang pernapasan anjing laut menang predikat sangat diapresiasi dalam ajang fotografi satwa tahunan 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Beruang Kutub Mengintai dari Bawah Lubang Anjing Laut📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah gambar yang menangkap momen langka dari alam liar di Kutub Utara berhasil meraih penghargaan khusus dalam kompetisi fotografi satwa global tahun ini. Fotografer asal Norwegia, Audun Rikardsen, berhasil menangkap ekspresi intens dari seekor beruang kutub betina yang mengintai dari bawah lubang anjing laut, dilihat dari sudut pandang hewan itu sendiri. Karya ini masuk dalam kategori "potret satwa" dan mendapatkan predikat highly commended, menandai keberhasilan dokumentasi perilaku alam yang jarang terlihat.

Proses pencitraan dilakukan dengan metode inovatif: Rikardsen memasang kamera bawah air yang dilengkapi sensor gerak di bawah lubang pernapasan anjing laut saat bertugas sebagai pemandu wisata alam di wilayah Arktik. Setelah menunggu selama delapan jam, beruang kutub akhirnya muncul dan mengintip ke bawah, memicu rekaman yang kemudian menghasilkan gambar luar biasa. Rikardsen menyebut reaksinya saat melihat hasil jepretan sebagai ekspresi kegembiraan yang tak terkendali.

Karya ini bukan sekadar hasil teknis, tetapi juga dokumentasi perilaku alam yang mendalam. Momen beruang kutub yang mengintai dari jarak dekat menunjukkan keterhubungan langsung antara predator dan mangsa dalam ekosistem kutub yang rentan terhadap perubahan iklim. Foto tersebut menjadi bagian dari pameran tahunan yang akan dibuka di Natural History Museum, London, mulai 16 Oktober 2026, menyusul pengumuman pemenang utama pada 13 Oktober.

Selain karya Rikardsen, sejumlah foto lain yang juga mendapat predikat sangat diapresiasi menampilkan fenomena alam yang menakjubkan, mulai dari burung walet yang kembali ke London setelah migrasi panjang, kodok Jepang yang melintasi jalan kota, hingga paus orca yang membawa tubuh anaknya yang telah mati. Semua karya ini menegaskan pentingnya dokumentasi visual dalam memahami dan melestarikan keanekaragaman hayati global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya