Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BGN Ajukan Anggaran Rp240,2 T untuk Jangkau 72,4 Juta Penerima MBG 2027

Badan Gizi Nasional mengusulkan anggaran Rp240,2 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis tahun 2027, menargetkan 72,4 juta penerima manfaat secara nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BGN Ajukan Anggaran Rp240,2 T untuk Jangkau 72,4 Juta Penerima MBG 2027
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengajukan pagu anggaran sebesar Rp240,2 triliun untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2027. Jumlah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses terhadap makanan bergizi bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Kepala BGN Sudaryono menyatakan bahwa alokasi dana tersebut telah memperhitungkan efisiensi sebesar Rp30 triliun, khususnya pada komponen Bantuan Pemerintah (Banper), sehingga pengeluaran Banper turun dari Rp262,5 triliun menjadi Rp232,5 triliun.

Target penerima manfaat MBG tahun depan ditetapkan sebanyak 72.464.886 orang, terdiri atas 60.599.777 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga jenjang menengah ke atas, termasuk peserta didik di sekolah luar biasa dan pesantren. Sementara itu, 11.865.109 penerima lainnya berasal dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menjadi prioritas dalam upaya peningkatan gizi nasional. Angka ini menunjukkan pendekatan terpadu dalam memastikan keberlanjutan nutrisi bagi generasi muda dan kelompok rentan.

Pagu anggaran Rp240,2 triliun dibagi secara spesifik antara Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp232,88 triliun dan Program Dukungan Manajemen senilai Rp7,33 triliun. Komponen manajemen mencakup pengelolaan administrasi, pemantauan, pengawasan, serta penguatan rantai pasok dan keamanan pangan. Hal ini menunjukkan bahwa BGN tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada keberlanjutan sistem dan kualitas layanan yang diberikan.

Sudaryono menegaskan bahwa kesuksesan program MBG tergantung pada koordinasi optimal antar lembaga, efisiensi penggunaan anggaran, dan transparansi pelaksanaan. Ia menyampaikan harapan agar Rencana Kerja dan Anggaran BGN tahun 2027 dapat segera disetujui oleh Komisi IX DPR RI agar program tetap berjalan secara optimal. Dengan struktur anggaran yang terukur dan pengawasan ketat, BGN berkomitmen menjaga keberlanjutan serta akuntabilitas program di tingkat nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya