Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bio Farma Capai TKDN 71%, Dorong Kemandirian Obat Nasional

Bio Farma berhasil menaikkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk hingga 71%, menandai kemajuan signifikan dalam mengurangi ketergantungan impor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bio Farma Capai TKDN 71%, Dorong Kemandirian Obat Nasional
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bio Farma mencatat pencapaian penting dalam upaya mendukung kemandirian industri farmasi nasional, dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari produknya mencapai 71% pada tahun 2026. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa ketergantungan terhadap impor bahan baku telah menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan bahwa meski masih ada beberapa bahan baku yang belum dapat diproduksi secara lokal, upaya kolaboratif dalam grup telah menghasilkan 19 molekul yang siap dipasok untuk kebutuhan dalam negeri.

Dalam perjalanannya, perusahaan terus memperkuat kapasitas riset dan pengembangan, termasuk kerja sama dengan institusi akademik dalam dan luar negeri. Fokus utama tetap pada pengembangan vaksin-vaksin strategis yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, seperti Polio, Tetanus, Difteri, dan sejumlah produk lain yang tidak dapat ditinggalkan. Shadiq menekankan komitmen perusahaan untuk tetap menjaga pasokan dalam negeri sekaligus memperluas kapasitas produksi guna mendukung ekspor di masa depan.

Selain produksi vaksin, Bio Farma juga memperkuat posisinya sebagai pusat uji klinis berstandar internasional. Dengan status WHO Listed Authority (WLA) yang telah diperoleh BPOM RI, fasilitas uji klinis di Bio Farma kini siap menunjang riset global. Proses uji klinis, yang merupakan bagian penting dalam pengembangan produk kesehatan sebelum registrasi dan komersialisasi, telah dilengkapi dengan sistem pengawasan ketat dari BPOM. Ini membuka peluang besar bagi perusahaan farmasi global untuk memanfaatkan infrastruktur yang sudah teruji dan kompeten.

Kesuksesan ini tidak terlepas dari strategi jangka panjang yang menyeimbangkan kewajiban dalam negeri dengan potensi ekspor. Dengan terus mengembangkan molekul lokal dan memperkuat kapasitas produksi, Bio Farma berupaya menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi obat dan vaksin yang mandiri dan berdaya saing. Tujuan utamanya tetap pada penguatan ketahanan kesehatan nasional tanpa mengabaikan peran strategis dalam ekonomi kesehatan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya