Bio Farma Capai TKDN 71%, Dorong Kemandirian Obat Nasional
Bio Farma berhasil menaikkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk hingga 71%, menandai kemajuan signifikan dalam mengurangi ketergantungan impor.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Bio Farma mencatat pencapaian penting dalam upaya mendukung kemandirian industri farmasi nasional, dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari produknya mencapai 71% pada tahun 2026. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa ketergantungan terhadap impor bahan baku telah menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan bahwa meski masih ada beberapa bahan baku yang belum dapat diproduksi secara lokal, upaya kolaboratif dalam grup telah menghasilkan 19 molekul yang siap dipasok untuk kebutuhan dalam negeri.
Dalam perjalanannya, perusahaan terus memperkuat kapasitas riset dan pengembangan, termasuk kerja sama dengan institusi akademik dalam dan luar negeri. Fokus utama tetap pada pengembangan vaksin-vaksin strategis yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, seperti Polio, Tetanus, Difteri, dan sejumlah produk lain yang tidak dapat ditinggalkan. Shadiq menekankan komitmen perusahaan untuk tetap menjaga pasokan dalam negeri sekaligus memperluas kapasitas produksi guna mendukung ekspor di masa depan.
Selain produksi vaksin, Bio Farma juga memperkuat posisinya sebagai pusat uji klinis berstandar internasional. Dengan status WHO Listed Authority (WLA) yang telah diperoleh BPOM RI, fasilitas uji klinis di Bio Farma kini siap menunjang riset global. Proses uji klinis, yang merupakan bagian penting dalam pengembangan produk kesehatan sebelum registrasi dan komersialisasi, telah dilengkapi dengan sistem pengawasan ketat dari BPOM. Ini membuka peluang besar bagi perusahaan farmasi global untuk memanfaatkan infrastruktur yang sudah teruji dan kompeten.
Kesuksesan ini tidak terlepas dari strategi jangka panjang yang menyeimbangkan kewajiban dalam negeri dengan potensi ekspor. Dengan terus mengembangkan molekul lokal dan memperkuat kapasitas produksi, Bio Farma berupaya menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi obat dan vaksin yang mandiri dan berdaya saing. Tujuan utamanya tetap pada penguatan ketahanan kesehatan nasional tanpa mengabaikan peran strategis dalam ekonomi kesehatan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026

7-10 Oktober 2026, Pameran Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara Hadirkan Inovasi Berbasis AI
Hospital Expo 2026 di BSD City akan menampilkan lebih dari 600 peserta dengan teknologi kesehatan canggih berbasis kecerdasan buatan, termasuk alat bedah robotik dan deteksi risiko penyakit melalui analisis retina.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


