BLDF Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Bali untuk Konservasi Pesisir
Bakti Lingkungan Djarum Foundation menanam 5.000 bibit mangrove di Denpasar sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir dan penguatan ketahanan daratan melalui kolaborasi lintas sektor.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 12.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melaksanakan penanaman 5.000 bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar Selatan, Bali, dalam rangka mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Green Action Mangrove Bali 2026 yang menekankan pentingnya konservasi alam sebagai benteng alami terhadap abrasi dan perubahan iklim. Penanaman dilakukan di area yang telah menjadi fokus rehabilitasi karena potensi kerusakan akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan.
Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, I Putu Agus Juliartawan, menegaskan bahwa mangrove berperan strategis dalam menjaga kestabilan daratan di kawasan pesisir Bali. Menurutnya, akar-akar mangrove mampu menahan erosi dan memperkuat struktur tanah, sehingga menjadi solusi alam yang tidak bisa digantikan oleh bangunan buatan. Ia menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun kawasan pesisir yang lebih tahan terhadap ancaman lingkungan.
Sebagai pendukung kegiatan, BLDF juga meluncurkan fasilitas Living Laboratory Mangrove, yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran lapangan terintegrasi. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung penelitian ilmiah, edukasi lingkungan, pengembangan ekowisata, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui pendekatan berbasis kolaborasi, BLDF ingin memastikan bahwa penanaman mangrove tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi dan partisipasi aktif generasi muda serta lembaga akademik.
Dalam pernyataannya, Director of Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari komitmen sebelumnya, termasuk penanaman 10.000 bibit di wilayah yang sama pada 2022 dan 2024. Ia menyampaikan harapan agar kawasan ini menjadi pusat kolaborasi lintas sektor, di mana ilmu, kebijakan, dan aksi nyata bersinergi demi keberlanjutan lingkungan. Dukungan dari pemerintah provinsi, kelompok usaha bersama, mahasiswa, dan kreator konten lingkungan menjadi bukti kuat bahwa pelestarian ekosistem memerlukan partisipasi kolektif.
Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam konservasi mangrove. Ia menilai bahwa tanpa pendampingan ilmiah dan keterlibatan masyarakat, upaya penanaman bisa gagal dalam jangka panjang. Fasilitas Living Laboratory, menurutnya, menjadi langkah maju karena menciptakan ruang terbuka bagi penelitian berkelanjutan dan pengembangan solusi lokal yang berdampak luas secara ekologis, sosial, dan ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026

Singapura Bantah Kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke Kedubes
Kedubes Singapura di Jakarta membantah tudingan adanya kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke kediaman duta besar pada 18 Oktober 2026, sekaligus menegaskan informasi tersebut sebagai disinformasi.
25 Oktober 2026

Seruni dan Dekranas Dorong Pelestarian Tenun Gringsing di Bali
Kunjungan Seruni dan Dekranas ke Desa Tenganan Pegringsingan didukung dengan bantuan 500 kacamata bagi lansia penenun, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat adat.
25 Oktober 2026

Integrasi Raker Tiga Lembaga Dorong Efisiensi dan Sinergi Program
Tri Tito Karnavian memperkenalkan integrasi rapat kerja tiga lembaga pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi substansi program.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

