Boeing 747 Selamat Setelah Mesin Mati Akibat Abu Vulkanik
Pesawat Boeing 747 berhasil mendarat darurat setelah empat mesinnya padam akibat terhisap abu vulkanik saat terbang di atas Gunung Galunggung pada 1982.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.38 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pada 24 Juni 1982, sebuah pesawat Boeing 747 milik British Airways terbang pada ketinggian sekitar 37 ribu kaki saat melintasi awan abu dari erupsi Gunung Galunggung di Jawa Barat. Dalam kondisi tersebut, abu vulkanik yang mengandung silika SiO2 terhisap ke dalam empat mesin jet, menyebabkan suhu ekstrem di ruang bakar mencapai 1.400 hingga 2.000 derajat Celsius. Partikel silika yang meleleh akibat panas kemudian membeku di bilah turbin saat mencapai area lebih dingin, mengakibatkan kerak kaca yang mengganggu aliran udara dan menyebabkan pembakaran berhenti secara total.
Tanpa tenaga mesin, pesawat bergerak dalam kondisi meluncur bebas selama puluhan kilometer. Dalam situasi kritis ini, kru pesawat dipimpin Kapten Eric Moody berhasil mempertahankan kontrol pesawat hingga keluar dari area awan abu. Ketika suhu turun dan partikel silika yang meleleh mendingin serta rontok, mesin dapat dinyalakan kembali. Pendaratan darurat kemudian dilakukan secara aman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, tanpa korban jiwa.
Abu vulkanik berbeda dari awan biasa karena terdiri dari fragmen batuan mikroskopis, silika tajam, dan mineral berujung tajam yang bersifat sangat abrasif. Saat terhisap dalam kecepatan tinggi, partikel-partikel ini merusak kaca kokpit hingga buram, mengganggu sensor pitot tube yang mengukur kecepatan udara, serta mengikis komponen internal mesin. Ketika masuk ke dalam mesin turbofan, abu vulkanik dapat menyebabkan penumpukan kerak yang mengganggu aerodinamika dan berujung pada kegagalan total sistem pembakaran.
Selain kerusakan mesin, abu vulkanik juga berpotensi memicu gangguan listrik statis akibat gesekan antarpartikel halus. Fenomena ini dapat menghasilkan St. Elmo’s Fire di permukaan kaca kokpit dan menimbulkan interferensi pada sistem komunikasi radio. Selain itu, kandungan asam pada abu dapat menyebabkan korosi pada perangkat elektronik sensitif serta mencemari sistem pengondisian udara kabin yang bergantung pada aliran udara dari mesin.
Ahli bencana dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Daryono, menegaskan bahwa abu vulkanik sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan karena sifatnya yang abrasif dan kemampuannya mengganggu berbagai sistem kritis pesawat. Ia menilai tindakan penghentian sementara penerbangan di sejumlah bandara saat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan langkah preventif yang tepat guna mencegah kejadian serupa. Kesadaran akan risiko abu vulkanik harus terus ditingkatkan dalam perencanaan operasional penerbangan di wilayah rawan erupsi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


