Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bos Restoran China Beri Mobil Mewah ke Karyawan karena Iba Lihat Kerja di Cuaca Dingin

Pemilik restoran di Jiaozuo, China, memberikan mobil BMW kepada karyawan yang bekerja keras, terinspirasi dari kepedulian melihat pekerja berangkat kerja dengan sepeda listrik di tengah cuaca ekstrem.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
Bos Restoran China Beri Mobil Mewah ke Karyawan karena Iba Lihat Kerja di Cuaca Dingin📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemilik jaringan restoran hotpot di Jiaozuo, Provinsi Henan, menghadiahi dua karyawan dengan mobil BMW baru sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras mereka. Keputusan ini muncul dari perasaan iba yang dialami sang pemilik, Ma Yanli, saat menyaksikan salah satu karyawannya, Li Jie, tiba di tempat kerja dengan sepeda listrik dalam kondisi cuaca sangat dingin. Li, yang telah bekerja selama delapan tahun, tampak menggigil, wajah memerah, dan tangan kaku akibat angin terpaan.

Ma mengungkapkan bahwa keputusan memberi hadiah mobil muncul dari perbandingan antara kenyamanannya sendiri—yang bisa menikmati perjalanan dalam mobil ber-AC—dengan kondisi karyawan yang harus menempuh perjalanan ekstrem tanpa perlindungan. Ia memutuskan bahwa karyawan berkontribusi besar terhadap kesuksesan bisnis, maka mereka layak menikmati hasilnya. Hadiah tersebut diberikan secara langsung pada 24 September, dengan mobil dibeli secara tunai dan bernilai 300 ribu yuan (sekitar 803 juta rupiah) per unit.

Salah satu penerima, Li Jie, menyatakan keterkejutannya saat tahu akan menerima mobil mewah. Ia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah sebesar itu, bahkan mengaku sempat berpikir bosnya hanya bercanda saat menyebutkan “mainan besar”. Mobil putih tersebut langsung didaftarkan atas namanya tanpa biaya tambahan dan tanpa perlu menandatangani perjanjian. Liu Yingying, karyawan lain yang menerima mobil berwarna abu-abu, juga menyampaikan rasa syukur, menilai hadiah tersebut sebagai bentuk penghargaan atas kinerja tinggi yang ia tunjukkan selama bertahun-tahun.

Kejadian ini bukan kali pertama Ma menunjukkan kepedulian terhadap karyawannya. Di momen-momen penting seperti festival tradisional, ia rutin membagikan uang tunai dan kebutuhan pokok. Praktik seperti ini menarik perhatian publik di China, di mana pengusaha yang memberikan kompensasi ekstrem atau bonus besar sering menjadi sorotan. Prinsip Ma—bahwa keberhasilan perusahaan adalah hasil kerja kolektif—menjadi dasar dari kebijakan humanis yang diterapkannya, menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis sejati tidak hanya diukur dari laba, tetapi juga dari kesejahteraan tim.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya