Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRI Perkuat Kualitas Kredit di Tengah Ekspansi Cepat

Pertumbuhan kredit BRI di triwulan kedua 2026 disertai penurunan risiko, dengan laba bersih mencapai Rp31,2 triliun dan NPL turun ke 2,9 persen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BRI Perkuat Kualitas Kredit di Tengah Ekspansi Cepat
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - BRI mencatatkan kinerja keuangan solid di akhir triwulan kedua 2026, dengan laba bersih konsolidasi mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh penyaluran kredit yang melonjak 16,2 persen year-on-year menjadi Rp1,646 triliun, melebihi pertumbuhan rata-rata industri perbankan. Di balik angka tersebut, BRI menekankan bahwa ekspansi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang ketat, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset.

Kualitas kredit BRI terus membaik, ditunjukkan oleh penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) dari 3,0 persen pada akhir triwulan II 2025 menjadi 2,9 persen pada akhir triwulan II 2026. Perbaikan ini menjadi bukti efektivitas strategi *selective growth*, di mana penyaluran kredit difokuskan pada segmen dan sektor dengan profil risiko terukur. Selain itu, rasio Loan at Risk (LaR) juga menurun dari 9,6 persen menjadi 9,1 persen, menandakan peningkatan kualitas portofolio kredit baru.

Peningkatan kualitas kredit turut berdampak pada biaya risiko yang menurun, dengan Cost of Credit (CoC) turun dari 3,4 persen di triwulan II 2025 menjadi 3,1 persen pada akhir triwulan II 2026. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas aset berdampak langsung pada efisiensi operasional dan keberlanjutan keuangan perseroan. BRI juga memperkuat sistem deteksi dini melalui *early warning system* serta memperluas fungsi penagihan dan pemulihan kredit, memastikan pengelolaan risiko berjalan secara menyeluruh sejak tahap akuisisi hingga penyelesaian.

Sebagai bank dengan jaringan terluas dan basis nasabah yang terdiversifikasi, BRI mampu membangun portofolio kredit yang seimbang secara geografis dan sektoral. Fokus utama tetap pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menjadi inti dari strategi inklusi keuangan dan penguatan ekonomi kerakyatan. BRI menegaskan bahwa UMKM bukan sekadar bagian dari misi sosial, tetapi juga portofolio bisnis yang dikelola dengan disiplin dan risiko terkendali.

Hingga akhir triwulan II 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang kuat, penurunan risiko, dan efisiensi biaya, BRI memperkuat posisinya sebagai bank yang mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Strategi berbasis kualitas dan kehati-hatian menjadi fondasi utama dalam menjaga kinerja keuangan yang stabil di tengah dinamika perekonomian yang terus berubah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya