Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRIN Rilis Inovasi Sepatu Murah untuk Siswa Kurang Mampu

BRIN memperkenalkan sepatu inovatif yang terjangkau, tahan lama, dan nyaman, dirancang khusus untuk mendukung akses pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 21.06 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
BRIN Rilis Inovasi Sepatu Murah untuk Siswa Kurang Mampu📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyelesaikan pengembangan sepatu berbasis inovasi lokal yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan siswa dari kalangan kurang mampu. Produk ini menekankan pada tiga pilar utama: harga terjangkau, daya tahan tinggi, serta kemudahan perawatan, sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan selama masa sekolah. Desainnya pun mempertimbangkan kenyamanan saat dipakai dalam aktivitas sehari-hari, termasuk berolahraga dan berjalan jauh.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan inisiatif ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pemerataan akses pendidikan. Ia menegaskan bahwa inovasi tersebut tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga memperhatikan faktor sosial dan ekonomi. Penyampaian dilakukan usai menghadiri rapat strategis terkait penguatan industri tekstil dan sepatu nasional di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Proses pengembangan sepatu tersebut melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, mulai dari material komposit hingga desain ergonomis yang disesuaikan dengan bentuk kaki anak-anak Indonesia. Uji coba awal telah dilakukan di beberapa sekolah di wilayah Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur, dengan hasil yang menunjukkan tingkat ketahanan lebih tinggi dibandingkan sepatu komersial serupa.

Tujuan utama dari inovasi ini adalah memastikan bahwa faktor ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk memperoleh perlengkapan pendidikan dasar yang layak. Dengan sepatu yang awet dan terjangkau, diharapkan dapat mengurangi beban keluarga dan meningkatkan kenyamanan belajar siswa, terutama di daerah terpencil dan berkontribusi pada peningkatan partisipasi pendidikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya