BRIN Rilis Inovasi Sepatu Murah untuk Siswa Kurang Mampu
BRIN memperkenalkan sepatu inovatif yang terjangkau, tahan lama, dan nyaman, dirancang khusus untuk mendukung akses pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 21.06 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyelesaikan pengembangan sepatu berbasis inovasi lokal yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan siswa dari kalangan kurang mampu. Produk ini menekankan pada tiga pilar utama: harga terjangkau, daya tahan tinggi, serta kemudahan perawatan, sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan selama masa sekolah. Desainnya pun mempertimbangkan kenyamanan saat dipakai dalam aktivitas sehari-hari, termasuk berolahraga dan berjalan jauh.
Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan inisiatif ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pemerataan akses pendidikan. Ia menegaskan bahwa inovasi tersebut tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga memperhatikan faktor sosial dan ekonomi. Penyampaian dilakukan usai menghadiri rapat strategis terkait penguatan industri tekstil dan sepatu nasional di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Proses pengembangan sepatu tersebut melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, mulai dari material komposit hingga desain ergonomis yang disesuaikan dengan bentuk kaki anak-anak Indonesia. Uji coba awal telah dilakukan di beberapa sekolah di wilayah Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur, dengan hasil yang menunjukkan tingkat ketahanan lebih tinggi dibandingkan sepatu komersial serupa.
Tujuan utama dari inovasi ini adalah memastikan bahwa faktor ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk memperoleh perlengkapan pendidikan dasar yang layak. Dengan sepatu yang awet dan terjangkau, diharapkan dapat mengurangi beban keluarga dan meningkatkan kenyamanan belajar siswa, terutama di daerah terpencil dan berkontribusi pada peningkatan partisipasi pendidikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantul Catat Rekor 131 Hari Tanpa Hujan Akibat El Nino 2026
Kabupaten Bantul mencatat durasi tanpa hujan terpanjang di Indonesia sepanjang 131 hari akibat dampak El Nino kuat, memperparah kondisi kekeringan di 25 provinsi.
22 September 2026

Puncak Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Terjadi Desember hingga Februari
Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim hujan pada Desember hingga Februari dengan distribusi wilayah berbeda-beda berdasarkan zona iklim.
22 September 2026

Jatim Masuki Puncak Kemarau, Hujan Baru Meningkat Akhir Tahun
Jawa Timur kini berada di puncak musim kemarau akibat El Nino sangat kuat, dengan hujan diperkirakan tetap rendah hingga November, baru mulai membaik pada Desember 2026.
22 September 2026

Kawah Baru di Bulan Terbentuk Akibat Tumbukan Abaduan
Temuan kawah baru berdiameter 222 meter di Bulan, hasil benturan asteroid atau komet, menjadi perhatian ilmuwan karena dampaknya yang luas dan signifikan.
22 September 2026
Berita Lainnya

Penataan Klaster Diaspora Dorong Sinergi Kebijakan Nasional
Selasa, 22 September 2026, 23.23 WITA

Bulog Buka Peluang Kerja untuk Keluarga ASN Korban Penembakan Papua
Selasa, 22 September 2026, 23.23 WITA

Polisi Gagalkan Peredaran Etomidate via Sistem Tempel di Jakbar
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

KI sebagai Aset Jaminan Dorong Pertumbuhan UMKM
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Laboratorium Narkotika Sintetis Dibongkar di Gambir
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Kejari Mimika Tuntaskan Rp26,36 M dari Terpidana Korupsi Aerosport
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Stadion Pajajaran Bogor Capai 39 Persen Penyelesaian
Selasa, 22 September 2026, 23.21 WITA

Pemimpin Dunia Hadir di PBB Bahas Transformasi dan Kepercayaan Global
Selasa, 22 September 2026, 23.21 WITA

