Validasi Digital Picu Rasa Berhak di Dunia Nyata
Psikolog menyatakan bahwa respons instan di media sosial dapat memicu perilaku merasa berhak atas perlakuan istimewa dalam kehidupan nyata, terutama jika tidak terpenuhi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 21.06 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Dalam analisis mendalam terhadap pengaruh media sosial terhadap perilaku manusia, seorang pakar psikologi dari Swansea University menyoroti dampak dari sistem ganjaran digital yang diberikan melalui fitur seperti suka, komentar, dan jumlah pengikut. Ia menjelaskan bahwa respons cepat yang diterima pengguna secara konsisten menciptakan pola otak yang terbiasa dengan kepuasan instan, bahkan mengungguli respons terhadap ganjaran materi.
Proses ini, menurut penelitian neurosains, mampu merangsang sistem saraf yang sama dengan yang aktif saat seseorang menerima hadiah uang atau barang. Ketika interaksi digital menjadi standar, individu yang terbiasa mendapat pujian secara instan mulai menuntut tingkat pengakuan yang serupa di lingkungan nyata—baik di tempat kerja, kampus, maupun dalam hubungan pribadi. Ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan ini menciptakan apa yang disebut sebagai "frustration gap".
Ketika harapan akan pengakuan tidak terpenuhi, rasa kecewa dapat berubah menjadi kemarahan atau sikap defensif yang menunjukkan rasa berhak diistimewakan. Hal ini lebih sering muncul pada individu dengan ciri kepribadian narsistik yang sangat bergantung pada validasi sosial. Selain itu, konten yang ditampilkan di media sosial cenderung hanya menampilkan hasil akhir, tanpa menunjukkan proses panjang, kegagalan, atau usaha yang terlibat.
Akibatnya, persepsi tentang pencapaian menjadi terdistorsi, sehingga muncul harapan yang tidak realistis. Untuk mengurangi dampak psikologis tersebut, disarankan agar pengguna meningkatkan kesadaran diri saat berinteraksi di ruang digital. Masyarakat diminta untuk lebih menghargai proses, menumbuhkan rasa syukur, serta membangun ketahanan mental yang kuat dalam menghadapi dunia yang selalu menawarkan validasi dengan satu klik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantul Catat Rekor 131 Hari Tanpa Hujan Akibat El Nino 2026
Kabupaten Bantul mencatat durasi tanpa hujan terpanjang di Indonesia sepanjang 131 hari akibat dampak El Nino kuat, memperparah kondisi kekeringan di 25 provinsi.
22 September 2026

Puncak Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Terjadi Desember hingga Februari
Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim hujan pada Desember hingga Februari dengan distribusi wilayah berbeda-beda berdasarkan zona iklim.
22 September 2026

Jatim Masuki Puncak Kemarau, Hujan Baru Meningkat Akhir Tahun
Jawa Timur kini berada di puncak musim kemarau akibat El Nino sangat kuat, dengan hujan diperkirakan tetap rendah hingga November, baru mulai membaik pada Desember 2026.
22 September 2026

Kawah Baru di Bulan Terbentuk Akibat Tumbukan Abaduan
Temuan kawah baru berdiameter 222 meter di Bulan, hasil benturan asteroid atau komet, menjadi perhatian ilmuwan karena dampaknya yang luas dan signifikan.
22 September 2026
Berita Lainnya

Penataan Klaster Diaspora Dorong Sinergi Kebijakan Nasional
Selasa, 22 September 2026, 23.23 WITA

Bulog Buka Peluang Kerja untuk Keluarga ASN Korban Penembakan Papua
Selasa, 22 September 2026, 23.23 WITA

Polisi Gagalkan Peredaran Etomidate via Sistem Tempel di Jakbar
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

KI sebagai Aset Jaminan Dorong Pertumbuhan UMKM
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Laboratorium Narkotika Sintetis Dibongkar di Gambir
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Kejari Mimika Tuntaskan Rp26,36 M dari Terpidana Korupsi Aerosport
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Stadion Pajajaran Bogor Capai 39 Persen Penyelesaian
Selasa, 22 September 2026, 23.21 WITA

Pemimpin Dunia Hadir di PBB Bahas Transformasi dan Kepercayaan Global
Selasa, 22 September 2026, 23.21 WITA

