Brunei dan Filipina Dilanda Kabut Asap dari Karhutla Kalimantan
Kualitas udara di Brunei dan Filipina memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, dengan indeks polusi mencapai level sedang hingga sangat tidak sehat.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 05.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi atmosfer di Brunei Darussalam mulai memburuk dalam beberapa hari terakhir, didorong oleh kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan, Indonesia. Badan Meteorologi Brunei Darussalam mencatat dominasi angin barat daya yang membawa partikel asap dari titik panas utama di Kalimantan Tengah dan Barat. Kementerian Kesehatan Brunei telah mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan demi mencegah gangguan kesehatan.
Pemantauan citra satelit oleh Pusat Meteorologi Khusus ASEAN menunjukkan lonjakan jumlah titik panas pada 27 hingga 29 Agustus 2026, dengan puncak pada 28 Agustus mencapai 1.734 titik. Angka tersebut mengindikasikan intensitas kebakaran yang tinggi dan berkelanjutan. Indeks Standar Polutan (PSI) di empat distrik Brunei berada pada kategori "baik" hingga "sedang", dengan nilai tertinggi tercatat di Brunei-Muara sebesar 73, diikuti Tutong (70), Temburong (63), dan Belait (50).
Di Filipina, situasi serupa terjadi, terutama di wilayah Metro Manila, yang dilaporkan mengalami kualitas udara dalam kategori "sangat tidak sehat" hingga "sangat tidak sehat akut". Badan Manajemen Lingkungan dari Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR) menyatakan bahwa tingginya kadar partikel halus PM2.5 disebabkan oleh aliran asap dari kebakaran di Kalimantan yang terbawa angin. Masyarakat diminta menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama bagi yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
Sebagai respons darurat, pemerintah Kota Quezon di Filipina menunda pembelajaran tatap muka di semua sekolah negeri dan mendorong sekolah swasta menerapkan pembelajaran jarak jauh. Sensor lokal menunjukkan kualitas udara berbahaya, sehingga masyarakat diminta memakai masker dan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan. Langkah ini menyerupai respons sebelumnya yang diambil Malaysia dan Singapura saat menghadapi dampak serupa dari karhutla di Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


