Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Budget Terbatas, Gizi Keluarga Tetap Maksimal

Ahli nutrisi menegaskan bahwa asupan bergizi tidak harus mahal, dengan strategi pilihan bahan lokal dan keseimbangan menu yang tepat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 21.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Budget Terbatas, Gizi Keluarga Tetap Maksimal
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemenuhan gizi keluarga tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Banyak keluarga di Indonesia yang menganggap makanan sehat identik dengan harga tinggi, padahal kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi melalui bahan pangan lokal yang terjangkau. Ahli nutrisi Tara Mutiara Ramdani menekankan pentingnya mengubah persepsi bahwa makanan bergizi harus berbahan premium seperti salmon atau produk impor. Ia menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan berbagai pangan lokal yang kaya nutrisi, termasuk umbi-umbian seperti kimpul dan beras berwarna-warni, sebagai alternatif nasi putih.

Penggunaan beragam sumber karbohidrat menjadi kunci agar asupan energi tetap seimbang tanpa tergantung pada satu jenis pangan. Di samping itu, pemenuhan protein harus diperhatikan secara menyeluruh. Tempe dan tahu menjadi pilihan nabati yang ekonomis dan kaya protein, namun protein hewani seperti telur dan ikan juga perlu masuk dalam menu sehari-hari. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki akses melimpah terhadap ikan yang mengandung lemak tak jenuh sehat, serta telur yang mudah diolah dan harganya terjangkau.

Susu sapi disebut sebagai salah satu pelengkap gizi yang efektif, karena proteinnya memiliki nilai DIAAS di atas 100 persen, menunjukkan kualitas tinggi dalam pencernaan dan penyerapan asam amino esensial. Namun, susu bukan pengganti makanan utama, melainkan bagian dari pola makan yang beragam. Untuk menjamin keseimbangan, disarankan menerapkan prinsip Tumpeng Gizi atau Isi Piringku, dengan proporsi karbohidrat, sayuran, protein, dan buah yang seimbang dalam setiap porsi makan.

Perencanaan menu harian menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan gizi dengan anggaran terbatas. Menurut Tara, masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih lauk, mempertimbangkan nilai gizi, bukan hanya harga atau kenyang. Makanan olahan atau makanan di warung pun bisa menjadi pilihan, asalkan disertai tambahan sayuran dan variasi bahan. Kegiatan seperti menggoreng sosis bisa tetap sehat jika dikombinasikan dengan sayuran beragam.

Dukungan dari sektor swasta juga turut mendukung literasi nutrisi. Sebuah perusahaan yang aktif dalam edukasi kesehatan menegaskan komitmen untuk membantu keluarga Indonesia melalui kampanye nasional, menyediakan produk susu bernutrisi, serta menyelenggarakan forum diskusi dengan pakar. Tujuannya adalah memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap pangan berkualitas, tetapi juga memahami cara menyusun pola makan yang efisien dan seimbang, terlepas dari kondisi ekonomi yang menuntut penghematan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya