Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bulgaria Perkuat Kapal Sapu Ranjau untuk Keamanan Laut Hitam

Bulgaria resmi mengonfirmasi pembelian tujuh kapal sapu ranjau dari Belgia dan Belanda untuk memperkuat kapasitas militer dan mendukung kerja sama regional dalam membersihkan ranjau laut di Laut Hitam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.45 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
Bulgaria Perkuat Kapal Sapu Ranjau untuk Keamanan Laut Hitam📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Parlemen Bulgaria telah menyetujui kesepakatan akuisisi tiga kapal pemburu ranjau dari Belanda, sementara empat kapal lainnya akan dipindahkan melalui perjanjian kolaboratif yang melibatkan Belgia, Belanda, dan Bulgaria secara bersamaan. Proses transfer ini dilengkapi komitmen dari Belanda untuk memulihkan kondisi teknis dan meningkatkan kesiapan operasional kapal sebelum diserahkan. Biaya pemulihan dan perbaikan akan ditanggung oleh Bulgaria agar seluruh armada memenuhi standar operasional NATO.

Menteri Pertahanan Bulgaria, Dimitar Stoyanov, menegaskan bahwa kapal-kapal ini menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk meningkatkan kemampuan maritim. Ia menyatakan bahwa dengan penambahan tujuh kapal tersebut, kapasitas Bulgaria dalam menangani ranjau laut akan jauh lebih efektif, terutama mengingat negara telah memiliki tiga kapal jenis serupa sebelumnya.

Kapal-kapal baru ini akan digunakan dalam kerja sama multinasional bersama Turki dan Rumania, yang membentuk gugus tugas penanggulangan ranjau di wilayah Laut Hitam sejak 2024. Koordinasi ketiga negara berjalan secara sinergis, terutama dalam membersihkan area maritim yang terancam ranjau terapung, seiring meningkatnya ketegangan pasca-invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Peningkatan kapasitas ini didukung oleh nota kesepahaman yang mencakup pelatihan awak kapal, pasokan suku cadang, serta peralatan pendukung lainnya. Dalam forum KTT NATO bulan Juli, ketiga negara—Bulgaria, Rumania, dan Turki—menyetujui perluasan mandat gugus tugas, yang kini tidak hanya fokus pada penjinakan ranjau, tetapi juga pada perlindungan infrastruktur strategis di kawasan Laut Hitam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya