Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Busi Hitam dan Basah: Tanda Awal Kerusakan Mesin

Busi yang berubah warna hitam dan terasa basah menandakan gangguan serius pada sistem pembakaran, bisa disebabkan oleh oli bocor, bahan bakar tak sesuai, atau penyetelan karburator tidak tepat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Busi Hitam dan Basah: Tanda Awal Kerusakan Mesin
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi busi yang tampak gelap dan basah bukan sekadar tanda kerusakan kecil, melainkan isyarat awal dari masalah yang lebih dalam pada mesin kendaraan. Ketika busi tidak mampu menghasilkan percikan api yang optimal, proses pembakaran di ruang bakar menjadi tidak efisien. Hal ini langsung berdampak pada performa mesin, seperti respons gas yang berat, mesin sulit dinyalakan, bahkan mogok tiba-tiba saat berkendara. Fungsi utama busi—menyulut campuran udara dan bahan bakar—jika terganggu, dapat merusak seluruh sistem tenaga motor.

Busi yang berfungsi secara normal harus mampu menahan suhu ekstrem dan tekanan tinggi di ruang bakar. Strukturnya terdiri dari elemen-elemen kritis seperti insulator keramik tahan panas, elektroda pusat berbahan paduan tahan aus, serta sistem pembumian melalui ground elektroda. Jika salah satu komponen, seperti gasket atau insulator tip, mengalami kerusakan, akan terjadi kebocoran kompresi atau kebocoran arus listrik. Bahkan, kondisi lembab dapat memperparah masalah karena arus listrik mudah melompati permukaan, mengganggu proses penyalaan.

Penyebab utama busi menjadi hitam dan basah meliputi kebocoran oli dari dalam silinder akibat ausnya ring piston atau seal klep, yang menyebabkan oli masuk ke ruang bakar dan terbakar bersama bahan bakar. Selain itu, penggunaan bensin dengan oktan rendah, filter udara yang tersumbat, atau campuran bahan bakar yang terlalu kaya akibat penyetelan karburator tidak tepat juga menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Sisa bahan bakar yang tidak terbakar akan menempel pada elektroda dan insulator, menciptakan lapisan basah dan hitam.

Untuk menangani kondisi ini, sebaiknya segera ganti busi dengan tipe yang sesuai spesifikasi pabrikan. Jika terdapat tanda kebocoran oli, jangan mencoba memperbaiki sendiri—karena memerlukan bongkar kepala silinder yang harus dilakukan oleh teknisi berpengalaman. Bersihkan area sekitar busi, ganti filter udara yang kotor, dan lakukan penyetelan ulang karburator agar rasio udara-bahan bakar kembali seimbang. Menjaga kebersihan dan kondisi busi secara rutin adalah langkah penting untuk menjaga efisiensi bahan bakar dan respons mesin.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya