Busi Hitam dan Basah: Tanda Awal Kerusakan Mesin
Busi yang berubah warna hitam dan terasa basah menandakan gangguan serius pada sistem pembakaran, bisa disebabkan oleh oli bocor, bahan bakar tak sesuai, atau penyetelan karburator tidak tepat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi busi yang tampak gelap dan basah bukan sekadar tanda kerusakan kecil, melainkan isyarat awal dari masalah yang lebih dalam pada mesin kendaraan. Ketika busi tidak mampu menghasilkan percikan api yang optimal, proses pembakaran di ruang bakar menjadi tidak efisien. Hal ini langsung berdampak pada performa mesin, seperti respons gas yang berat, mesin sulit dinyalakan, bahkan mogok tiba-tiba saat berkendara. Fungsi utama busi—menyulut campuran udara dan bahan bakar—jika terganggu, dapat merusak seluruh sistem tenaga motor.
Busi yang berfungsi secara normal harus mampu menahan suhu ekstrem dan tekanan tinggi di ruang bakar. Strukturnya terdiri dari elemen-elemen kritis seperti insulator keramik tahan panas, elektroda pusat berbahan paduan tahan aus, serta sistem pembumian melalui ground elektroda. Jika salah satu komponen, seperti gasket atau insulator tip, mengalami kerusakan, akan terjadi kebocoran kompresi atau kebocoran arus listrik. Bahkan, kondisi lembab dapat memperparah masalah karena arus listrik mudah melompati permukaan, mengganggu proses penyalaan.
Penyebab utama busi menjadi hitam dan basah meliputi kebocoran oli dari dalam silinder akibat ausnya ring piston atau seal klep, yang menyebabkan oli masuk ke ruang bakar dan terbakar bersama bahan bakar. Selain itu, penggunaan bensin dengan oktan rendah, filter udara yang tersumbat, atau campuran bahan bakar yang terlalu kaya akibat penyetelan karburator tidak tepat juga menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Sisa bahan bakar yang tidak terbakar akan menempel pada elektroda dan insulator, menciptakan lapisan basah dan hitam.
Untuk menangani kondisi ini, sebaiknya segera ganti busi dengan tipe yang sesuai spesifikasi pabrikan. Jika terdapat tanda kebocoran oli, jangan mencoba memperbaiki sendiri—karena memerlukan bongkar kepala silinder yang harus dilakukan oleh teknisi berpengalaman. Bersihkan area sekitar busi, ganti filter udara yang kotor, dan lakukan penyetelan ulang karburator agar rasio udara-bahan bakar kembali seimbang. Menjaga kebersihan dan kondisi busi secara rutin adalah langkah penting untuk menjaga efisiensi bahan bakar dan respons mesin.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


